Studi Bersama Shell-Kufpec di 5 Blok Migas RI Masuk Tahap Akhir

Studi bersama Shell-Kufpec di lima blok migas Indonesia memasuki tahap akhir finalisasi. (Sumber Foto: bloombertechnoz.com)
Jumat, 05 Juni 2026 | 15:38:44 WIB

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa studi bersama atau joint study yang dilakukan Shell di lima blok minyak dan gas bumi (migas) tanah air kini telah berada dalam proses penyelesaian.

Berdasarkan laporan Antara (4/6/2026), Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa wilayah kerja migas dari hasil studi bersama tersebut bakal secepatnya ditawarkan melalui lelang setelah seluruh prosesnya benar-benar selesai.

“Ya, [joint study] dalam finalisasi. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga segera dilelang,” ujar Djoko ketika ditemui setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Dalam menjalankan studi bersama ini, Shell menjalin kemitraan dengan KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company), sebuah perusahaan migas asal Kuwait. KUFPEC sendiri merupakan anak usaha yang dimiliki secara penuh oleh Kuwait Petroleum Corporation.

Djoko memaparkan bahwa kolaborasi Shell dan KUFPEC ini menyasar lima blok migas di Indonesia, yang terdiri atas dua wilayah kerja (WK) lepas pantai (offshore) serta tiga wilayah kerja darat (onshore). 

Setelah tahapan finalisasi ini rampung, Djoko membenarkan bahwa pihak pemerintah bakal memprioritaskan penawaran pengelolaan blok migas tersebut kepada pihak Shell.

“Iya, iya [ditawarkan ke Shell],” kata Djoko.

Sebelumnya, Djoko memberikan indikasi bahwa kelima lapangan migas yang menjadi incaran Shell tersebut berada di area Sulawesi Barat, Bali, serta Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pihaknya tidak menjelaskan secara mendetail mengenai nama-nama dari kelima blok migas tersebut. Ia hanya memaparkan bahwa studi bersama dilangsungkan pada satu lapangan darat di Sulawesi Barat, satu lapangan lepas pantai di Sulawesi Barat, serta tiga wilayah lepas pantai di kawasan Bali dan NTB.

"Dua wilayah onshore, offshore Sulawesi Barat. Tiga wilayah offshore, Bali dan NTB," ucap Djoko di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Djoko turut menambahkan bahwa Shell dan Kufpec menggarap proyek studi bersama ini dengan pembagian porsi kemitraan yang setara, yakni 50:50. “Dia sudah join sama Kufpec 50:50, dia mengajukan proposal ke Ditjen Migas [Kementerian ESDM]. Ada dua offshore, three onshore, kalau tidak salah,” ujarnya.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo