Pertamina Sukses Terapkan Desa Energi Berdikari di Bali

Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau program Desa Energi Berdikari di Keliki, Gianyar, Bali. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:09:21 WIB

GIANYAR - Pertamina memperkuat dedikasi terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui serangkaian program pemberdayaan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya lewat implementasi program Desa Energi Berdikari (DEB).

DEB merupakan desa inovatif yang memanfaatkan energi bersih untuk memacu kemandirian masyarakat melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). DEB Keliki di Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali, adalah wujud inisiatif Pertamina dalam menyediakan energi terbarukan bagi masyarakat perdesaan di Indonesia.

Program ini dirancang untuk menjadikan energi terbarukan sebagai solusi bagi tantangan kebutuhan masyarakat. Kegiatan utama di DEB Keliki meliputi pengolahan sampah menjadi kompos serta penguatan ketahanan pangan dengan sistem pertanian ramah lingkungan. 

Sumber energi untuk pengolahan sampah dan pompa pengairan sawah didukung sepenuhnya oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Jajaran Dewan Komisaris Pertamina meninjau langsung serta mendengarkan penjelasan dari penerima manfaat terkait dampak program terhadap kemandirian masyarakat DEB Keliki pada Kamis (28/5/2026).

I Wayan Sumada, Local Hero sekaligus Ketua BUMDES Yowana Bakti Keliki, dengan antusias menceritakan dampak pendampingan Pertamina melalui pembinaan serta bantuan fasilitas di desanya.

"Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari, dengan produktivitas yang sangat tinggi tersebut kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sangat membantu masyarakat untuk mengelola dan mengolah sampah," ujarnya.

Untuk mendukung pengolahan sampah, digunakan listrik dari PLTS berkapasitas 10,5 kWp yang menghasilkan 14.256 kWh/tahun. Pemanfaatan PLTS ini menghemat biaya listrik sebesar Rp21 juta/tahun serta mengurangi emisi GRK sebanyak 13,7 ton CO2eq/tahun. 

Ia menambahkan bahwa dukungan Pertamina juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga.

“Saat ini kesadaran untuk masyarakat memilih sampah itu sudah sangat tinggi berkat kerjasama kami dengan Pertamina, kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam hingga kemudian bisa semakin bermanfaat lagi untuk alam," tambahnya.

I Wayan Sumada melanjutkan, untuk aktivitas pengairan sawah, DEB Keliki didukung PLTS berkapasitas 17,5 kWp. PLTS ini menggerakkan pompa air tanah untuk mengairi sawah di 7 Subak selama musim kemarau. 

Sistem ini menghasilkan 84.000 kWh/tahun, mengurangi emisi GRK sebesar 23,1 ton CO2eq/tahun, dan menghemat listrik Rp35 juta per tahun. Pertanian organik tersebut meningkatkan hasil panen dari 5–5,5 ton menjadi 8,7 ton per hektare.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku takjub dengan keberhasilan program ini. “Dari program DEB Keliki ini, menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program-program yang dimiliki. 

Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang, semoga program TSJL Perusahaan, bisa lebih memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

DEB Keliki kini telah menjadi ekosistem percontohan yang melibatkan 1.200 kepala keluarga, 15 UMKM pemuda desa, serta menghasilkan berbagai produk seperti pupuk organik dan ecoenzyme. Keberhasilan ini menarik ribuan kunjungan dari berbagai perguruan tinggi maupun wisatawan mancanegara.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo