SKK Migas Beberkan Penyebab Penurunan Produksi Minyak di Blok Rokan

Pompa angguk minyak di Blok Rokan . (Sumber Foto: NET)
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:18:30 WIB

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Tugas Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan alasan di balik penurunan produksi minyak di Blok Rokan pasca perbaikan pipa PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) awal tahun ini, serta adanya kendala pada pasokan listrik.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebutkan bahwa hambatan produksi di Rokan saat ini berkaitan dengan pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang masih berlangsung. “ Rokan itu problemnya sekarang perbaikan listrik MCTN. 

Nah janjinya kan akhir Juli, tapi kami mau push pertengahan Juli selesai,” kata Djoko di gedung parlemen, Rabu (3/6).

Menurutnya, percepatan penyelesaian pekerjaan tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan kinerja produksi di lapangan minyak terbesar di Indonesia itu lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Upaya mencapai target produksi minyak terus menghadapi tantangan. Awal tahun ini, terjadi kebocoran pipa yang menyalurkan gas ke Blok Rokan untuk kebutuhan pembangkit listrik dan uap steam flood di Lapangan Duri. 

Kebocoran yang berlangsung selama beberapa pekan tersebut menyebabkan produksi Rokan anjlok hingga hanya berada di kisaran 70 ribu – 100 ribuan Barrel Oil Per Day (BOPD).

Sementara itu, selain Rokan, blok andalan lainnya yang mengalami penurunan produksi adalah Blok Cepu. Djoko menjelaskan bahwa tantangan di sana lebih berkaitan dengan karakteristik reservoir. Saat ini, SKK Migas bersama operator sedang mengevaluasi berbagai opsi teknologi untuk menjaga tingkat produksi.

“Kalau yang Cepu itu problem reservoir. Lagi dievaluasi teknologi apa kira-kira yang bisa tetap menjaga atau bahkan mencapai target produksi di tahun ini,” ujar Djoko.

Djoko menyebut target produksi minyak dari Cepu tahun ini berada di kisaran 148 ribu barel per hari. Namun, realisasi produksi saat ini masih berada di level 130 ribuan barel per hari, sehingga langkah-langkah optimalisasi diperlukan untuk mengejar target tersebut. “Sekitar 148 ya, sekarang kan 130-an,” kata Djoko.

Meskipun terdapat tantangan di Rokan dan Cepu, Djoko memastikan bahwa tidak ada persoalan berarti pada wilayah kerja migas lainnya. “Yang lain enggak ada masalah. Aman-aman,” tegasnya.

SKK Migas terus mendorong berbagai upaya teknis dan operasional agar produksi minyak nasional tetap terjaga, mengingat kontribusi Blok Rokan dan Blok Cepu sangat signifikan terhadap produksi migas Indonesia.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo