Wamen ESDM: PNS Baru Harus Fleksibel Hadapi Tantangan Energi Global

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (Sumber Foto: NET)
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:02:26 WIB

TANGERANG SELATAN - Menghadapi tantangan energi global yang berdampak besar terhadap harga dan pasokan komoditas, Pemerintah memerlukan talenta muda yang kompeten, berintegritas, serta memiliki tanggung jawab moral tinggi dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada energi nasional.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, saat melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi Tahun Anggaran 2024.

Yuliot menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi awal pengabdian yang harus diwujudkan melalui pelayanan publik prima dan komitmen bebas korupsi. 

"Perlu saya ingatkan bahwa pengambilan sumpah yang baru saja diucapkan bukan sekedar seremonial belaka, ini adalah janji suci saudara kepada Tuhan Yang Maha Esa dan negara yang menuntut tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas sehari-hari," tegas Yuliot dalam arahannya kepada para PNS baru Kementerian ESDM di Tangerang Selatan, Selasa (2/6).

Lebih dari sekadar melayani, PNS di Kementerian ESDM memikul tanggung jawab strategis untuk mendukung visi Asta Cita Pemerintah. Yuliot menekankan pentingnya peran para PNS dalam mencapai kemandirian nasional. 

"Peran kunci Kementerian dalam implementasi Asta Cita yang perlu menjadi perhatian Saudara sekalian adalah khususnya pada Butir 2 dan Butir 5, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa, melalui swasembada pangan, energi, dan air," urainya menjelaskan target Kementerian ESDM.

Guna mencapai target swasembada energi, Pemerintah berupaya menekan impor bahan bakar fosil sekaligus mempercepat transisi energi bersih. Langkah ini ditargetkan dengan bauran energi nasional mencapai 17 hingga 21 persen pada tahun 2026.

"Dalam swasembada energi, kami perlu meningkatkan produksi energi yang bersumber di dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil khususnya impor dengan melakukan diversifikasi dan konversi energi menggunakan energi baru dan terbarukan." tambahnya. 

Selain itu, program hilirisasi mineral, batu bara, serta migas akan terus dioptimalkan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Yuliot juga berpesan agar para PNS meninggalkan pola birokrasi yang kaku. PNS dituntut untuk adaptif, melek teknologi, dan mampu berkolaborasi lintas sektor, sembari menghindari ego sektoral. 

"Tegak lurus terhadap pimpinan dan selalu siap menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan, dan jangan melaksanakan tugas terkotak-kotak atau silo yang hanya berada pada titik kotak terkecil pada unit kerja atau organisasi," tegasnya. Sebanyak 745 PNS baru dilantik hari ini untuk ditempatkan di berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo