PHE Pacu Produksi Migas dan Bisnis Rendah Karbon

Senin, 25 Mei 2026 | 20:58:58 WIB
PHE Fokus Genjot Produksi Migas dan Kembangkan Bisnis Energi Rendah Karbon di 2026. (Sumber Foto: idxchannel.com)

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengakselerasi transisi energi melalui penerapan Dual Growth Strategy

Strategi tersebut dijalankan dengan memperkuat bisnis inti di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sembari mengembangkan lini bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, menyatakan bahwa perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan yang seimbang antara optimalisasi sektor migas dan pengembangan energi rendah emisi. 

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Whisnu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Minggu.

Whisnu menjelaskan, melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, PHE berupaya memastikan transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan di masa depan. 

Sebagai tulang punggung sektor hulu migas nasional, PHE berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional, serta mengoperasikan sekitar 27 persen blok migas di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, PHE mencatat produksi minyak mencapai 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). 

Capaian tersebut didorong oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, well service pada 37.266 sumur, serta 1.288 kegiatan workover.

Di sisi lain, PHE terus memperkuat kontribusi terhadap program transisi energi nasional melalui berbagai inisiatif berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, melaksanakan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta menurunkan emisi karbon hingga 1.619.564 ton CO2e. 

Selain itu, PHE juga mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bersama mitra global, dengan target kapasitas penyimpanan karbon mencapai 7,3 gigaton hingga 2030.

Memasuki 2026 dan seterusnya, PHE menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, hingga proyek migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan. 

Perusahaan juga mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi operasional pengeboran. “PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata Whisnu.

Terkini