Pemda Jadi Pilar Keberlanjutan Industri Hulu Migas Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 20:58:58 WIB
Pemda Jadi Pilar Keberlanjutan Industri. (Sumber Foto: NET)

TANGERANG Indonesian Petroleum Association (IPA) memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) demi mewujudkan ketahanan energi nasional. 

Kerja sama ini diwujudkan melalui peningkatan kegiatan eksplorasi serta percepatan pengembangan pada proyek maupun lapangan yang telah ditemukan.

“Pemerintah yang dimaksud disini bukan hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga termasuk Pemerintah Daerah,” kata Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, usai seremoni penutupan IPA Convex 2026, Jum’at (22/5/2026).

Marjolijn menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah menjadi elemen krusial untuk menjaga kelangsungan industri hulu migas dalam negeri, terutama di tengah ketatnya kompetisi investasi energi global. 

Kehadiran Menteri ESDM mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan IPA Convex 2026 dipandang sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor hulu migas. 

Pihaknya menyambut baik pernyataan pemerintah terkait pembenahan iklim investasi, termasuk percepatan proses perizinan dan kepastian hukum yang merupakan kebutuhan mendasar bagi industri dengan karakteristik padat modal, berisiko tinggi, serta memerlukan siklus investasi jangka panjang.

“Kami selalu ingin menyampaikan kepada publik bahwa hulu migas merupakan industri yang memiliki jangka waktu panjang, padat modal, dan risiko yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan agar para calon investor dan perusahaan yang sudah ada di Indonesia akan memiliki keyakinan untuk menempatkan investasi mereka di Indonesia,” tegas Marjolijn.

IPA berharap komitmen pemerintah dapat segera terealisasi melalui kebijakan yang selaras serta penerapan yang responsif di tingkat pusat maupun daerah. 

Sementara itu, Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, mengapresiasi pelaku usaha yang telah menjadikan ajang ini sebagai sarana penandatanganan berbagai kontrak strategis. 

“Hal itu menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak sunset tetapi masih bergerak untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia,” kata Teresita.

Terkini