SKK Migas: Tambahan Suplai LPG dari Australia Tiba Mei-Juni 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:36:14 WIB
Tanker LPG. (Sumber Foto: bloombergtechnoz.com)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan bahwa pasokan tambahan liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia akan segera tiba di Indonesia. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa proses pengapalan LPG dari Australia sedang berjalan dan dijadwalkan mulai bersandar di dalam negeri antara bulan Mei hingga Juni 2026.

“Sudah kan, udah jalan tanya pertamina udah sampe belum. harusnya sih sudah ya, Mei ini kan. Mei kalau gasalah, Mei atau Juni,” kata Djoko di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (19/5/2026).

Djoko membeberkan bahwa jumlah impor LPG dari Australia untuk pengiriman awal ini diproyeksikan sebanyak dua kargo.

“Dua kargo kalau enggak salah,” ujarnya.

Sebelumnya, SKK Migas memproyeksikan adanya peresmian beberapa infrastruktur produksi LPG di dalam negeri pada April 2026. Fasilitas gas tersebut nantinya mampu menyumbang volume ekstra hingga kisaran 200 metrik ton per hari.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa pada bulan tersebut fokus utama diarahkan pada pengaktifan Pabrik LPG Cilamaya yang mempunyai daya produksi sebesar 163 metrik ton LPG per hari dan kondensat sebanyak 1.891 barel per hari (BOPD). Di samping itu, pihak otoritas juga bakal meresmikan kilang LPG serta mini LNG yang memberikan tambahan volume sebesar 30 metrik ton LPG per hari dan kondensat sebanyak 348 BOPD.

"Yang bulan April itu 163 ditambah 30, kira-kira lebih kurang 200 metrik ton per hari Pak, ini April ini bisa diresmikan," kata Djoko saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Kamis (9/4/2026).

Kemudian, Djoko menambahkan bahwa pihak Jepang lewat korporasi Inpex sudah menegaskan kesediaan mereka untuk menyuplai lebih banyak LPG ke Indonesia dari kilang mereka yang beroperasi di Australia.

"Kemudian kami mendampingi Bapak Menteri (ESDM) menerima duta besar Jepang, bahwa Jepang berkomitmen untuk menambah suplai LPG kami yang diproduksi oleh Inpex di Australia,” tutur Djoko.

Terkini