PLN EPI dan Sorbu Agro Bangun Bioenergi Sorgum

Rabu, 20 Mei 2026 | 16:36:14 WIB
PLN EPI dan Sorbu Agro Energi mengembangkan bioenergi sorgum di Gorontalo untuk mendukung transisi energi dan target net zero emission 2060. (Sumber Foto: ruangenergi.com)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki kerja sama pengembangan bioenergi berbasis sorgum dengan PT Sorbu Agro Energi, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE). 

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Jakarta.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, mengatakan biomassa memiliki keunggulan dalam menurunkan emisi karbon secara langsung melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik.

“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. 

Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujar Hokkop, melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 MEi 2026.

Hokkop menjelaskan, pengembangan bioenergi berbasis sorgum tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional.

Hingga saat ini, PLN EPI telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra. 

Dalam kerja sama ini, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara kegiatan budidaya dilakukan oleh mitra.

“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” kata Hokkop.

Sementara itu, Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya mengelola konsesi sekitar 10.000 hektare di Gorontalo dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare. 

Proyek tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan Pemerintah, BUMN, masyarakat, swasta, akademisi, dan media.

“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. 

Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama kedua pihak mencakup studi pengembangan bioenergi, pengembangan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lain untuk mendukung transisi energi nasional.

Terkini