Degradasi Baterai EV : Penyebab dan Cara Memperlambatnya

Ilustrasi Baterai Mobil Listrik. (Sumber Foto:NET)
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:55:20 WIB

JAKARTA - Tren pemakaian mobil listrik atau electric vehicle (EV) di tanah air terus menunjukkan kenaikan dalam beberapa tahun belakangan.

Opsi model yang kian banyak serta kemajuan teknologi baterai menjadikan kendaraan listrik semakin disukai warga lantaran dinilai lebih hemat dan hijau bagi lingkungan. Akan tetapi, bertambahnya jumlah mobil listrik juga menuntut pola pemeliharaan yang berlainan jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin.

Salah satu hal yang mulai menjadi fokus perhatian adalah kondisi kesehatan baterai, sebab komponen ini sangat krusial bagi performa, daya jelajah, hingga harga jual kendaraan nantinya. Persoalan yang sering kali menjadi kekhawatiran pemilik EV adalah penurunan atau degradasi kualitas baterai.

Keadaan ini berkaitan dengan berkurangnya kapasitas baterai secara organik mengikuti masa pakai serta adanya reaksi kimia pada sel lithium-ion. Berdasarkan keterangan Mahaendra Gofar, founder EVSafe, penurunan kualitas baterai pada mobil listrik memang merupakan hal yang mustahil untuk dielakkan. Walaupun demikian, kecepatan proses penurunan tersebut masih bisa dihambat melalui cara pemakaian serta rutinitas pengisian daya yang benar.

“Degradasi baterai EV terjadi secara alami seiring bertambahnya usia sel lithium-ion dan mengalami perubahan kimia akibat penggunaan, yang menyebabkan penurunan kapasitas maksimum secara perlahan dari waktu ke waktu,” kata Gofar.

Gofar memaparkan, salah satu langkah memelihara keawetan baterai adalah menjauhi rutinitas mengisi daya sampai penuh 100 persen setiap hari, khususnya jika mobil tidak dipakai untuk berkendara jarak jauh. Menurut Gofar, mempertahankan level daya baterai pada batas tertentu dapat membantu meminimalisir tekanan pada sel-sel baterai.

Di samping itu, para pemilik juga diimbau agar tidak sering membiarkan kondisi daya baterai berada di posisi yang sangat minim atau nyaris nol persen.

“Pola charging sangat berpengaruh terhadap umur baterai. Penggunaan yang lebih bijak bisa membantu memperlambat degradasi,” ujarnya.

Selain faktor rutinitas pengisian daya, suhu udara juga memiliki andil dalam mempengaruhi stabilitas baterai mobil listrik. Kontak dengan suhu panas yang ekstrem dalam durasi lama diklaim dapat mempercepat laju penurunan fungsi baterai.

Oleh karena itu, pengguna mobil listrik dianjurkan untuk menaruh kendaraan di lokasi yang sejuk jika tersedia, terutama saat matahari terik. Pemakaian fitur pengisian cepat atau fast charging pun sebaiknya dibatasi dan hanya digunakan sesuai keperluan mendesak saja.

Meski begitu, Gofar memberikan penekanan bahwa degradasi baterai adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada kendaraan listrik secara perlahan. Asalkan dipakai dan dipelihara dengan semestinya, baterai EV pada umumnya tetap bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama dengan kemampuan yang masih mumpuni untuk aktivitas harian.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo