PLN IP Gandeng DevvStream Monetisasi Karbon PLTS Off-grid

PLN IP Gandeng DevvStream Garap Pasar Karbon dari Proyek PLTS Off-Grid. (Sumber Foto:NET)
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:24:42 WIB

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power memperkuat transformasi bisnis energi bersih dengan mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui skema perdagangan karbon internasional. 

Langkah ini dipertegas dengan penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc. sebagai bagian dari ekspansi portofolio bisnis 'beyond kWh' berbasis solar PV solution.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan, kolaborasi ini merupakan tahapan strategis bagi perusahaan untuk menyatukan proyek PLTS dengan upaya monetisasi karbon di pasar global.

"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya seperti dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/5).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bernadus bersama CEO DevvStream Corp Sunny Trinh di Jakarta pada Selasa (5/2).

Dalam kemitraan ini, PLTS yang dikembangkan menggunakan sistem off-grid untuk memenuhi kebutuhan internal pelanggan secara mandiri tanpa terhubung ke jaringan listrik utama. Seluruh skema tetap dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku di sektor lingkungan hidup dan perdagangan emisi. 

Melalui proyek ini, PLN Indonesia Power akan menghasilkan sertifikat pengurangan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang nantinya dipasarkan melalui DevvStream sebagai mitra internasional.

Bernadus menganggap langkah ini sebagai bagian dari strategi PLN IP dalam menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa konsep 'beyond kWh' yang diusung PLN IP tidak hanya berfokus pada penjualan listrik semata, namun juga mencakup layanan energi terintegrasi, pengelolaan emisi, hingga optimalisasi aset energi milik pelanggan.

Implementasi PLTS off-grid ini dirancang untuk membantu pelanggan mencapai efisiensi energi dan menekan emisi gas rumah kaca secara mandiri.

Sementara itu, Sunny Trinh menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar bagi proyek karbon berbasis energi hijau dari Indonesia untuk menembus pasar internasional.

"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," ujarnya.

Sinergi ini mempertegas posisi PLN Indonesia Power sebagai pionir solusi energi berbasis kebutuhan pelanggan sekaligus pendukung agenda dekarbonisasi nasional. Kedepannya, perusahaan berkomitmen terus memperluas implementasi solar PV solution untuk mengoptimalkan pendapatan baru dari pasar karbon global.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo