PLN IP Dan DevvStream Kerja Sama Garap Pasar Karbon PLTS Off-Grid

Ilustrasi PLN IP Dan DevvStream. (Foto:NET).
Senin, 11 Mei 2026 | 09:42:34 WIB

JAKARTA — PT PLN Indonesia Power (PLN IP) semakin memperkokoh transformasi bisnisnya lewat kemitraan pasar karbon internasional bersama perusahaan teknologi karbon asal Kanada, DevvStream Inc. 

Kolaborasi ini dijalankan untuk menciptakan solusi energi bersih yang berbasis pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Adapun sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) oleh Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta dan CEO DevvStream Corp. 

Sunny Trinh di Jakarta. Lewat skema ini, PLN IP bakal menggarap proyek PLTS off-grid guna memenuhi kebutuhan mandiri (self-consumption) di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut juga diintegrasikan dengan monetisasi karbon lewat penerbitan sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang akan dijual ke pasar karbon dunia melalui jaringan DevvStream.

Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta menjelaskan, ekspansi bisnis yang berbasis pada solusi Solar PV merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam melebarkan model bisnis di luar sektor penjualan listrik atau beyond kWh. Baginya, pengembangan solusi Solar PV berbasis off-grid ini menjadi bagian dari inovasi PLN IP dalam menyajikan solusi energi bersih pada aspek operasional sekaligus menangkap peluang pendapatan dari karbon.

"Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah,” ujar Bernadus dalam keterangan resmi dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (9/5/2026).

Bernadus memandang, konsep beyond kWh yang tengah dijalankan PLN IP tidak hanya berfokus pada penjualan energi listrik semata, namun juga meliputi layanan energi yang terpadu seperti penyediaan pembangkit energi baru terbarukan, manajemen emisi karbon, hingga maksimalisasi aset energi milik pelanggan. 

Bernadus menambahkan, proyek PLTS off-grid ini disiapkan untuk menopang kebutuhan energi pelanggan secara independen tanpa perlu terhubung ke jaringan listrik pusat. Selain memacu efisiensi energi, proyek ini pun diklaim sanggup mengurangi emisi gas rumah kaca tanpa memberikan gangguan pada sistem kelistrikan yang sudah ada.

Di sisi lain, CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh menganggap model bisnis PLTS off-grid milik PLN IP punya potensi yang menjanjikan di pasar karbon dunia. “Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global,” ujar Sunny.

Kemitraan ini juga menjadi bagian dari langkah PLN IP untuk memperkuat kedudukan sebagai penyedia solusi energi yang berorientasi pada pelanggan (customer-centric energy solutions) sekaligus menyokong agenda dekarbonisasi tanah air. Ke depannya, PLN IP menegaskan akan terus memperlebar penerapan solusi Solar PV sebagai bagian dari strategi transisi energi serta optimalisasi peluang bisnis perdagangan karbon sebagai pilar pendapatan yang berkelanjutan.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo