ASEAN-EU Sepakati Kolaborasi Transisi Energi dan Ekonomi Berkelanjutan

Jumat, 08 Mei 2026 | 12:58:26 WIB
Ilustrasi ASEAN-EU. (Foto:NET).

JAKARTA – ASEAN dan Uni Eropa (EU) mencapai kesepakatan untuk mendorong langkah konkret dalam mengakselerasi transisi energi serta pertumbuhan yang berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi di tingkat kawasan serta sokongan terhadap perencanaan yang lebih kohesif.

Dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keberlanjutan ASEAN-EU yang berlangsung di sela-sela KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, Indonesia menilai bahwa perencanaan dan kerja sama tersebut sangat krusial demi mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pembangunan ekonomi.

"Satu-satunya jalan yang layak ke depan adalah perencanaan kohesif yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek pembangunan," kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Sambodo yang mewakili Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Dewan Bisnis EU-ASEAN yang diterima di Jakarta, Kamis, kedua kawasan bersepakat bahwa keberlanjutan saat ini telah menjadi keharusan ekonomi di tengah tekanan masalah ekonomi serta perubahan iklim. Oleh sebab itu, kemitraan antara ASEAN dan Uni Eropa menjadi faktor kunci untuk membuka peluang baru sekaligus merealisasikan komitmen bersama di sektor pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, Duta Besar Uni Eropa untuk Filipina, Massimo Santoro, mengungkapkan bahwa ambisi nasional dalam mengendalikan dampak lingkungan sering kali terkendala oleh keterbatasan kemampuan finansial saat tahap implementasi.

"Oleh karena itu, menguatkan hubungan antara ambisi dan pendanaan amat penting untuk mengubah kebijakan menjadi dampak nyata,” kata Dubes Santoro.

Menteri Keuangan Filipina, Frederick Go, turut menekankan pentingnya menyelaraskan laju pertumbuhan ekonomi dengan prioritas keberlanjutan. Ia juga menyoroti peran penguatan kemitraan dagang guna mendukung percepatan transisi energi, mencontohkan kerja sama Uni Eropa dan Filipina yang kini difokuskan pada sektor iklim serta pertumbuhan inklusif.

Wakil Ketua dan Direktur Eksekutif Komisi Perubahan Iklim Filipina (CCC), Robert Borje, memaparkan bahwa krisis energi global saat ini justru membuka celah investasi dan kerja sama baru dalam mewujudkan sumber energi yang lebih hijau di masa depan.

KTT Keberlanjutan ASEAN-EU 2026 ini diselenggarakan oleh EU-ASEAN Business Council bersama Kamar Dagang Eropa Filipina (ECCP) dengan dukungan Departemen Perdagangan dan Industri Filipina di bawah keketuaan Filipina di ASEAN tahun 2026.

KTT ke-48 ASEAN yang dihadiri oleh para pemimpin negara di Asia Tenggara dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) waktu setempat.

Terkini