JAKARTA – Realisasi produksi migas Pertamina Hulu Energi mencapai 956.000 BOEPD pada kuartal I/2026 sebagai komitmen nyata menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Pencapaian operasional ini menjadi pondasi kuat bagi subholding upsteam tersebut dalam mengawali tahun dengan performa positif.
"PHE terus berupaya meningkatkan produksi melalui kegiatan pengeboran sumur pengembangan, sumur eksplorasi, serta kerja ulang sumur," ujar Arya Dwi Paramita, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).
Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa efisiensi kerja dan penerapan teknologi baru menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi di lapangan-lapangan tua.
Angka produksi tersebut terdiri dari minyak sebesar 551.000 BOPD dan gas bumi mencapai 2.345 MMSCFD.
Kontribusi signifikan berasal dari blok-blok migas unggulan baik yang berada di dalam negeri maupun aset internasional.
Perusahaan terus melakukan validasi cadangan baru guna memastikan ketersediaan energi untuk jangka panjang tetap terjamin.
Sebanyak 200 sumur pengembangan telah selesai dibor selama periode Januari hingga Maret tahun ini.
Selain pengeboran, optimalisasi fasilitas produksi juga dilakukan secara berkala untuk meminimalisir adanya gangguan teknis di lapangan.
Hasil ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penerimaan negara serta memperkuat posisi perusahaan di pasar energi global.
Fokus kedepan tetap berada pada aspek keselamatan kerja tanpa mengurangi kecepatan dalam mengejar target lifting migas.