JAKARTA – Harga minyak minyak WTI dibuka anjlok 1,5 persen pada perdagangan pagi ini menyusul laporan lonjakan stok minyak mentah AS dan ketidakpastian kebijakan suku bunga.
Sentimen negatif menyelimuti pasar energi global setelah data persediaan domestik menunjukkan angka yang jauh di atas ekspektasi para pelaku pasar.
"Peningkatan cadangan minyak mentah Amerika Serikat memberikan tekanan jual yang signifikan di awal sesi perdagangan," ujar analis pasar, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Pakar komoditas tersebut menilai bahwa melimpahnya pasokan di pusat penyimpanan utama memberikan sinyal melemahnya permintaan energi dalam waktu dekat.
Grafik harga menunjukkan penurunan tajam sesaat setelah pasar Asia memulai aktivitas rutin pada pukul 07.00 WIB.
Laporan mingguan dari American Petroleum Institute menjadi faktor pemicu utama yang membuat investor cenderung melepas aset komoditas mereka.
Posisi harga kini berupaya mencari titik keseimbangan baru di tengah ancaman pelambatan manufaktur global yang kian terasa.
Selain faktor stok, arah kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberikan ketidakpastian pada pergerakan harga minyak mentah secara berkelanjutan.
Dolar yang menguat secara relatif membuat pembelian komoditas dalam mata uang lain menjadi lebih mahal bagi para pembeli internasional.
Kondisi 100 persen pasokan yang tersedia di pasar saat ini dinilai cukup untuk mengimbangi gangguan kecil pada jalur distribusi utama.
Langkah mitigasi risiko terus dilakukan oleh para manajer investasi guna menghindari kerugian lebih dalam jika tren pelemahan ini terus berlanjut.