SURABAYA – Produksi energi hijau PLN Nusantara Power mencapai 245 GWh pada Kuartal I 2026 sebagai komitmen nyata mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih ramah lingkungan.
Rully Firmansyah menjelaskan, kenaikan ini didorong oleh optimalisasi penggunaan biomassa pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap melalui metode co-firing.
"Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional melalui inovasi dan operasional yang ekselen," ujar Rully Firmansyah, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Pencapaian tersebut juga didukung oleh kinerja maksimal dari pembangkit berbasis hidro dan surya yang tersebar di berbagai wilayah kerja.
Rully Firmansyah mengungkapkan, keberhasilan dalam menyentuh angka 245 GWh merupakan bukti bahwa integrasi teknologi hijau dapat berjalan beriringan dengan efisiensi operasional.
Pihak manajemen memastikan bahwa tren positif ini akan terus dipertahankan guna memenuhi target dekarbonisasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemanfaatan limbah pertanian dan kehutanan menjadi bahan bakar pendamping batubara terbukti efektif menekan emisi karbon secara signifikan.
Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penyediaan rantai pasok biomassa menjadi kunci utama keberhasilan program ini di lapangan.