Harga Minyak Dunia Melejit 6 Persen Hingga Brent Tembus USD 118

Kamis, 30 April 2026 | 13:51:32 WIB
Ilustrasi Harga Minyak

JAKARTA – Kondisi harga minyak dunia melejit lebih dari 6 persen hingga jenis Brent menyentuh angka USD 118 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Eskalasi ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Eropa Timur menjadi motor penggerak utama lonjakan harga komoditas energi ini.

"Harga minyak Brent naik lebih dari USD 7 atau 6,4 persen menjadi USD 118,11 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari 2013 di USD 119,84 per barel," ujar seorang analis komoditas, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Minyak mentah West Texas Intermediate turut merangkak naik dengan kenaikan sebesar 5,2 persen menuju level 116,41 dolar AS.

Analis tersebut berpendapat, bahwa pasar saat ini sedang dalam kondisi sangat ketat karena pembeli menghindari minyak mentah dari salah satu produsen terbesar dunia.

Sanksi ekonomi yang dijatuhkan pihak barat mulai berdampak nyata pada kelancaran transaksi ekspor bahan bakar fosil.

Meskipun pasokan dari cadangan darurat mulai dilepaskan, namun volume tersebut dianggap belum cukup menenangkan kekhawatiran pelaku pasar.

Industri penerbangan dan logistik global diprediksi akan menjadi sektor yang paling cepat merasakan dampak kenaikan biaya operasional ini.

Harga energi yang terus meroket menjadi tantangan besar bagi pemulihan ekonomi dunia pasca krisis kesehatan beberapa tahun lalu.

Sejumlah negara kini mulai mencari alternatif sumber energi guna mengurangi ketergantungan pada wilayah yang sedang berkonflik.

Volatilitas harga diperkirakan masih akan menghiasi papan perdagangan bursa komoditas selama ketidakpastian politik internasional belum mereda.

Terkini