Georgia Menjadi Kunci Strategis Amankan Energi Global

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:19 WIB
Ilustrasi Keamanan Energi

JAKARTA – Georgia memainkan peran kunci sebagai jalur andal dalam memfasilitasi diversifikasi energi guna menjaga keamanan energi global di tengah gejolak dunia saat ini.

Letak geografis di wilayah Kaukasus Selatan memberikan keunggulan bagi negara tersebut untuk menyediakan konektivitas regional yang lebih stabil. Jalur ini menjadi jembatan penghubung transportasi energi antara benua Eropa dan Asia.

"Georgia memainkan peran kunci dalam memfasilitasi jalur yang andal dan beragam, yang berkontribusi pada keamanan energi global," kata Nozadze dalam wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Selasa.

Duta Besar Tornike Nozadze mengungkapkan bahwa pemerintah setempat memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur di sepanjang koridor tersebut.

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran distribusi sekaligus mempromosikan kerja sama lintas wilayah yang lebih erat. Terlebih lagi saat ini banyak negara sedang mencari alternatif pemasok energi untuk menghindari ketergantungan pada satu titik tertentu.

Georgia menyediakan akses melalui jaringan pipa minyak dan gas yang melintasi kawasan Laut Kaspia menuju pasar Eropa. Keberadaan fasilitas ini menjadi solusi konkret bagi kebutuhan energi dunia yang terus berkembang secara dinamis.

Tornike Nozadze menjelaskan bahwa posisi negaranya bersama Azerbaijan serta Armenia akan semakin krusial dalam aktivitas pengangkutan hidrokarbon ke berbagai penjuru dunia.

Salah satu inisiatif besar yang sedang berjalan melibatkan proyek pemasangan kabel tegangan tinggi di bawah Cekungan Laut Hitam. Kerja sama dengan Uni Eropa ini dirancang untuk menyalurkan listrik bersih dan ramah lingkungan ke wilayah-wilayah tetangga.

Melalui kemitraan strategis tersebut, pasokan energi bersih dapat didistribusikan secara lebih efisien dan berkelanjutan kepada para mitra internasional. Hal ini menunjukkan transformasi visi energi yang tidak hanya terpaku pada sumber daya fosil semata.

Terkini