JAKARTA – BRIN resmi melisensikan teknologi pengolah plastik jadi BBM kepada pihak swasta guna mempercepat penanganan limbah sekaligus menciptakan kemandirian energi nasional.
Langkah ini menandai dimulainya komersialisasi hasil riset dalam negeri yang berfokus pada penyelesaian krisis sampah plastik secara sistematis.
"Kerja sama lisensi ini merupakan wujud nyata hilirisasi riset agar inovasi teknologi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi memberikan manfaat luas," ujar Laksana Tri Handoko, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).
Kepala BRIN menyatakan bahwa mitra industri yang memegang lisensi ini akan segera mengimplementasikan alat tersebut di beberapa lokasi strategis pengolahan sampah.
Proses konversi ini menggunakan metode pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik jenis polieter menjadi fraksi minyak setara solar dan bensin.
Kapasitas alat yang dikembangkan ini diklaim mampu memproses 1 ton limbah plastik per hari menjadi ratusan liter bahan bakar cair.
Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa bahan bakar yang dihasilkan memiliki karakteristik yang aman untuk digunakan pada mesin pembakaran dalam skala tertentu.
Selain mengurangi tumpukan limbah di tempat pembuangan akhir, inovasi ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha pengelolaan sampah.
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara lembaga riset dan industri agar lebih banyak teknologi ramah lingkungan yang dapat diakses oleh publik.
Evaluasi berkala terhadap performa alat di lapangan akan dilakukan untuk menyempurnakan efisiensi produksi energi dari limbah tersebut.