JAKARTA – Pertumbuhan investor pasar modal yang kini menyentuh angka 14 juta jiwa mendorong BEI untuk memperkuat ekosistem bursa karbon dan sertifikasi profesi.
Lonjakan partisipasi masyarakat dalam investasi saham dan instrumen keuangan lainnya menunjukkan tren positif yang sangat signifikan pada tahun ini.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman menyatakan, "Hingga saat ini, jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 14 juta, sebuah pencapaian besar bagi literasi keuangan di Indonesia," sebagaimana dilansir dari kaltimtoday.co, Selasa (28/4/2026).
Iman Rachman menjelaskan, fokus otoritas bursa kini bergeser pada penguatan infrastruktur perdagangan karbon untuk mendukung target net zero emission pemerintah.
"Kami terus berupaya meningkatkan volume perdagangan di bursa karbon agar menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang ingin melakukan offset emisi," ungkap Iman Rachman dikutip dari kaltimtoday.co, Selasa (28/4/2026).
Peningkatan standar kompetensi melalui sertifikasi profesi menjadi pilar pendukung utama guna menjaga stabilitas dan kepercayaan para pelaku pasar modal.
Iman Rachman memaparkan, penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan sangat penting untuk mengimbangi kuantitas investor yang terus bertambah secara masif.
"Selain infrastruktur, kami juga memprioritaskan pembaruan sertifikasi profesi bagi para praktisi pasar modal agar tetap relevan dengan dinamika global," tutur Iman Rachman melalui kaltimtoday.co, Selasa (28/4/2026).
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang jauh lebih sehat serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat di masa depan.
Perluasan akses informasi mengenai mekanisme perdagangan karbon menjadi agenda rutin yang akan digelar melalui berbagai sosialisasi kepada para emiten di bursa.
"Edukasi mengenai manfaat ekonomi dari bursa karbon terus kami galakkan agar semakin banyak korporasi yang terlibat aktif dalam pasar ini," pungkas Iman Rachman dilansir dari kaltimtoday.co, Selasa (28/4/2026).
Sinergi antara pertumbuhan jumlah pemodal dengan inovasi produk ramah lingkungan menjadi kunci utama bagi kemajuan ekonomi nasional di tingkat internasional.