Harga Minyak Stabil di Tengah Diplomasi Damai AS dan Iran

Selasa, 28 April 2026 | 12:22:44 WIB
Ilustrasi harga minyak

JAKARTA – Kondisi Harga Minyak terpantau stabil saat pasar merespons langkah Amerika Serikat yang sedang mempertimbangkan proposal damai untuk meredakan konflik dengan Iran.

Pelaku pasar energi global saat ini sedang berada dalam posisi menunggu kabar terbaru mengenai arah kebijakan luar negeri Gedung Putih.

Pasar menunjukkan reaksi yang tenang meskipun ketidakpastian di wilayah Timur Tengah masih menjadi faktor risiko utama bagi ketersediaan stok dunia.

"Pasar sedang dalam mode wait and see, menunggu apakah proposal damai Iran ini akan benar-benar meredakan ketegangan," ujar pengamat komoditas, sebagaimana dilansir dari bloombergtechnoz.com, Selasa (28/4/2026).

Potensi deeskalasi konflik dipandang sebagai sinyal positif bagi pengiriman minyak mentah melalui jalur-jalur perairan yang sebelumnya dianggap berbahaya.

Seorang analis pasar energi menyatakan bahwa penurunan premi risiko perang mulai terlihat pada grafik perdagangan harian di bursa internasional.

"Jika proposal damai ini disetujui, kita bisa melihat tekanan terhadap harga minyak semakin berkurang secara signifikan dalam waktu dekat," kata analis tersebut, sebagaimana dilansir dari bloombergtechnoz.com, Selasa (28/4/2026).

Meskipun harga stabil, stok minyak mentah Amerika Serikat yang dilaporkan meningkat 2 juta barel turut memberikan tekanan tambahan pada harga pasar.

Permintaan bahan bakar di China yang belum sepenuhnya pulih menjadi perhatian tersendiri bagi para eksportir minyak di kawasan Teluk.

Beberapa negara anggota OPEC+ tetap berkomitmen untuk menjaga tingkat produksi guna menghindari kelebihan pasokan di pasar yang masih rapuh.

Fluktuasi nilai tukar dolar juga memainkan peran penting dalam menentukan daya beli negara-negara pengimpor energi terhadap komoditas tersebut.

Keseimbangan antara diplomasi politik dan data ekonomi fisik akan terus menjadi penentu utama pergerakan nilai komoditas energi ke depan.

Terkini