Stok Turun Ekstrem, Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak

Senin, 27 April 2026 | 11:35:05 WIB
Ilustrasi Stok minyak mentah

JAKARTA - Goldman Sachs resmi menaikkan proyeksi harga minyak mentah setelah melihat adanya fenomena penurunan stok ekstrem yang terjadi di pasar energi global saat ini.

Lembaga keuangan internasional tersebut mengamati adanya ketimpangan yang semakin nyata antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan konsumsi dunia.

Ketegangan di jalur distribusi utama serta kebijakan produksi dari negara-negara eksportir menjadi pemicu utama pengetatan pasar energi.

"Kami menaikkan perkiraan harga minyak Brent untuk tahun depan karena adanya penurunan stok ekstrem yang lebih cepat dari perkiraan awal," ungkap analis Goldman Sachs, sebagaimana dilansir dari bloombergtechnoz.com, Senin (27/4/2026).

Pihak Goldman Sachs menilai bahwa rendahnya level penyimpanan minyak di pusat-pusat industri besar akan memaksa harga bergerak ke level yang lebih tinggi.

Defisit yang terjadi di pasar diperkirakan bakal bertahan lebih lama jika tidak ada peningkatan kapasitas produksi secara signifikan dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut membuat para pelaku pasar mulai menyesuaikan strategi investasi mereka pada instrumen komoditas energi cair.

Goldman Sachs memprediksi bahwa harga rata-rata minyak mentah akan bertahan di level 86 dolar AS per barel akibat ketatnya persediaan fisik di gudang penyimpanan global.

Angka tersebut mencerminkan revisi naik dari estimasi sebelumnya yang berada di kisaran 82 dolar AS per barel.

Fluktuasi ekonomi di kawasan Asia dan Eropa juga memberikan pengaruh besar terhadap bagaimana stok energi dikelola oleh negara-negara pengimpor.

Pergerakan harga di pasar berjangka kini sangat sensitif terhadap setiap laporan mingguan mengenai data persediaan minyak dari berbagai belahan dunia.

Terkini