JAKARTA – Raksasa otomotif Mercedes-Benz amankan kontrak baterai EV senilai Rp115,5 triliun dari Samsung SDI untuk memperkuat pasokan sel baterai kendaraan listrik premium.
Kerja sama strategis ini menjadi landasan kuat bagi pabrikan asal Jerman tersebut dalam mempercepat transformasi menuju era mobilitas elektrik sepenuhnya.
"Mercedes-Benz amankan kontrak baterai EV ini adalah langkah krusial untuk memastikan rantai pasok komponen inti kami tetap tangguh dan kompetitif," tulis manajemen perusahaan, dilansir dari bisnis.com, Jumat (24/4/2026).
Kesepakatan bernilai fantastis tersebut mencakup pengadaan sel baterai silinder generasi terbaru yang akan digunakan pada berbagai lini model terbaru.
Mercedes-Benz terus berupaya mengamankan jalur distribusi baterai guna menghindari risiko kelangkaan pasokan di tengah tingginya permintaan pasar global.
Samsung SDI terpilih sebagai mitra karena reputasi teknologi selnya yang dianggap mampu memberikan jarak tempuh lebih jauh bagi kendaraan mewah.
Fasilitas produksi baterai tersebut rencananya akan dibangun di Amerika Utara guna mengoptimalkan logistik serta mendapatkan dukungan insentif pemerintah setempat.
Langkah ini mencerminkan komitmen industri otomotif kelas dunia dalam meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap.
Investasi sebesar Rp115,5 Triliun tersebut diprediksi akan memberikan kepastian bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Efisiensi biaya dan keandalan daya tahan baterai menjadi prioritas utama yang disepakati oleh kedua raksasa teknologi tersebut untuk memenangkan pasar EV.