JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO) secara resmi mengungkap alasan strategis di balik langkah perusahaan melepas tambang batu bara miliknya kepada emiten Hapsoro (SINI).
Keputusan ini menjadi sorotan pasar modal mengingat kedua entitas memiliki posisi strategis dalam ekosistem pertambangan tanah air.
"Transaksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk melakukan optimalisasi portofolio aset dan fokus pada lini bisnis jasa pertambangan," ujar Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Rabu (22/4/2026).
Anto Broto menjelaskan bahwa divestasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui penguatan struktur permodalan.
Dana hasil penjualan aset tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi operasional pada kontrak-kontrak jasa pertambangan baru.
Manajemen memandang bahwa pelepasan aset non-inti akan membuat perusahaan jauh lebih lincah dalam merespons peluang industri di masa depan.
"Langkah ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menjalankan diversifikasi bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh," tutur Anto Broto, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Rabu (22/4/2026).
Sektor jasa pertambangan tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan perseroan seiring dengan meningkatnya aktivitas produksi mineral.
Hapsoro melalui emiten SINI diyakini memiliki kapabilitas untuk melanjutkan pengembangan lahan tambang yang telah dialihkan tersebut.
Proses administrasi dan pemenuhan regulasi terkait transaksi ini dipastikan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di pasar modal Indonesia