JAKARTA – Capaian positif kinerja PGEO pada 2025 menjadi sinyal kuat bagi para pelaku pasar mengenai besarnya potensi keuntungan investasi sektor panas bumi di Indonesia.
Angka-angka pertumbuhan yang dirilis perusahaan menunjukkan bahwa sektor energi baru terbarukan bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar ekonomi yang menguntungkan.
"Hasil kinerja 2025 ini mempertegas posisi PGEO sebagai tulang punggung transisi energi dan memperlihatkan keuntungan investasi sektor panas bumi yang stabil," ujar Analis Energi, Fahmy Radhi, sebagaimana dilansir dari sindonews.com, Jumat (24/4/2026).
Fahmy Radhi berpendapat bahwa karakteristik panas bumi yang mampu beroperasi sebagai beban dasar listrik memberikan kepastian pendapatan jangka panjang bagi perusahaan.
Efisiensi biaya operasional yang diterapkan secara konsisten terbukti mampu mendongkrak margin laba bersih secara signifikan sepanjang tahun lalu.
Peningkatan kapasitas produksi di beberapa lapangan eksisting turut memberikan kontribusi besar pada penguatan nilai kapitalisasi pasar perseroan.
"Para investor kini memiliki alasan kuat untuk masuk lebih dalam ke instrumen hijau karena keuntungan investasi sektor panas bumi memiliki risiko yang lebih terukur," tutur Fahmy Radhi, sebagaimana dilansir dari sindonews.com, Jumat (24/4/2026).
Dukungan regulasi dari pemerintah terkait harga uap dan percepatan perizinan diprediksi akan semakin memicu minat pemodal asing untuk berpartisipasi.
Pemanfaatan teknologi canggih dalam proses pengeboran juga berhasil menekan angka kegagalan eksplorasi sehingga modal yang tertanam menjadi lebih produktif.
Pasar modal menyambut baik tren positif ini sebagai bagian dari komitmen global dalam menekan emisi karbon melalui pengembangan sumber daya domestik.