Harga Gas Eropa Naik Akibat Cuaca Dingin dan Ketegangan Iran

Jumat, 24 April 2026 | 12:22:44 WIB
Ilustrasi Harga Gas Eropa

JAKARTA – Tekanan ganda dari fenomena cuaca dingin ekstrem serta meningkatnya ketegangan geopolitik Iran memicu tren harga gas Eropa naik secara signifikan hari ini.

Kombinasi antara kebutuhan domestik yang mendesak dan ketidakpastian keamanan energi global membuat bursa perdagangan gas di Belanda mencapai titik tertinggi baru.

"Kami mengamati pergerakan harga yang sangat volatil akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah yang bersamaan dengan lonjakan konsumsi di Eropa," ujar Marcus Ferdinand, sebagaimana dilansir dari investing.com, Jumat (24/4/2026).

Marcus Ferdinand menjelaskan bahwa stok gas yang ada di fasilitas penyimpanan bawah tanah mulai terkuras lebih cepat dibandingkan rata-rata musiman dalam 5 tahun terakhir.

Kondisi atmosfer yang tidak bersahabat memaksa otoritas energi di beberapa negara Uni Eropa untuk mulai memberlakukan protokol penghematan darurat.

Para spekulan pasar juga mulai memperhitungkan risiko blokade jalur distribusi utama jika eskalasi militer di wilayah Teluk benar-benar terjadi.

"Jika suhu udara terus berada di bawah titik beku selama satu minggu ke depan, maka harga gas Eropa naik bisa menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir," tutur Marcus Ferdinand, sebagaimana dilansir dari investing.com, Jumat (24/4/2026).

Sektor industri padat energi mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap kelangsungan produksi akibat beban biaya operasional yang membengkak drastis.

Upaya diversifikasi pasokan dari Amerika Serikat melalui pengiriman LNG terus dilakukan guna menambal celah kekurangan yang ada di pasar spot.

Fluktuasi harga ini diprediksi akan terus menghantui ekonomi kawasan selama penyelesaian diplomatik di Timur Tengah belum menemukan titik terang.

Terkini