JAKARTA - Peralihan industri otomotif global menuju elektrifikasi kini mulai merambah segmen ultra-mewah.
Rolls-Royce, produsen kendaraan premium asal Inggris, diperkirakan tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menghadirkan SUV bertenaga listrik. Jika terealisasi, model ini akan menjadi tambahan penting dalam portofolio kendaraan listrik Rolls-Royce yang terus berkembang seiring target jangka panjang perusahaan.
Indikasi kehadiran SUV elektrik Rolls-Royce menguat setelah muncul laporan mengenai aktivitas pengujian sebuah kendaraan baru. Menurut laporan Drive pada Rabu, 21 Januari 2026 model Rolls-Royce yang paling populer saat ini, yakni SUV Cullinan, tampaknya akan dihadirkan dalam versi bertenaga listrik. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Rolls-Royce untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.
Keberadaan kendaraan uji tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa Rolls-Royce tidak hanya fokus pada sedan dan coupe listrik, tetapi juga menyiapkan SUV elektrik sebagai bagian dari strategi elektrifikasinya.
SUV Listrik Tertangkap Kamera Saat Uji Jalan di Skandinavia
Spekulasi mengenai SUV elektrik Rolls-Royce semakin mencuat setelah sebuah model SUV baru bertenaga baterai tertangkap kamera saat menjalani pengujian di Skandinavia. Wilayah ini kerap digunakan pabrikan otomotif untuk menguji kendaraan dalam kondisi cuaca ekstrem, terutama suhu rendah dan permukaan jalan bersalju.
Dalam kondisi dibalut kamuflase, SUV listrik versi pra-produksi tersebut terlihat memiliki proporsi yang sangat mirip dengan Cullinan bermesin bensin yang saat ini dipasarkan. Kesamaan dimensi dan siluet ini mengindikasikan bahwa model baru tersebut kemungkinan besar merupakan versi elektrifikasi dari Cullinan, bukan model yang sepenuhnya berbeda.
Kendaraan uji juga terlihat menggunakan lampu depan dan lampu belakang LED dengan desain baru. Meski detail eksterior lainnya masih tertutup kamuflase, perubahan pada sistem pencahayaan tersebut menjadi sinyal awal adanya pembaruan desain yang disesuaikan dengan identitas kendaraan listrik Rolls-Royce.
Perkiraan Spesifikasi Mengacu pada Rolls-Royce Spectre
Sebagai SUV elektrik pertama Rolls-Royce, model ini diperkirakan akan memiliki spesifikasi yang sebanding dengan kendaraan listrik perdana mereka, coupe Spectre. Mobil tersebut diketahui menghasilkan tenaga 430 kW dan torsi 900 Nm dari dua motor listrik.
Spectre juga dibekali baterai berkapasitas 102 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 555 km berdasarkan Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) Eropa. Jika spesifikasi serupa diterapkan pada SUV elektrik, performa dan jarak tempuh yang ditawarkan diperkirakan tetap sejalan dengan karakter kendaraan mewah yang mengutamakan kenyamanan dan tenaga besar.
Namun demikian, sebagai SUV dengan bobot dan dimensi yang lebih besar, masih terbuka kemungkinan Rolls-Royce melakukan penyesuaian teknis untuk memastikan performa dan efisiensi tetap optimal.
Peluang Berbagi Teknologi dengan Grup BMW
Selain mengacu pada Spectre, model kendaraan elektrik Rolls-Royce yang baru juga berpeluang menggunakan teknologi listrik dari kendaraan lain dalam Grup BMW. Salah satu kandidatnya adalah iX3 generasi terbaru yang telah lebih dahulu mengadopsi teknologi listrik mutakhir.
Mobil tersebut menggunakan dua motor listrik dengan keluaran tenaga 345 kW dan torsi 645 Nm, serta baterai berkapasitas 108,7 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, iX3 diklaim mampu menempuh jarak hingga 805 km menurut standar WLTP.
Pemanfaatan teknologi dari Grup BMW memungkinkan Rolls-Royce mengembangkan SUV listrik dengan efisiensi tinggi tanpa harus membangun sistem sepenuhnya dari nol. Meski demikian, karakter berkendara dan kualitas khas Rolls-Royce dipastikan tetap menjadi fokus utama dalam pengembangan model ini.
Strategi Elektrifikasi dan Target Jangka Panjang Rolls-Royce
Pengembangan SUV listrik ini sejalan dengan target besar Rolls-Royce dalam proses transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Pabrikan ini telah menegaskan bahwa pada akhir tahun 2030 seluruh jajaran kendaraannya akan sepenuhnya bertenaga listrik.
Selain itu, Rolls-Royce juga berkomitmen untuk mencapai target emisi karbon nol bersih pada tahun 2050. Langkah elektrifikasi model-model utamanya, termasuk SUV, menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Hingga kini, harga resmi kendaraan elektrik baru Rolls-Royce tersebut belum diumumkan. Namun, jika mengacu pada harga Cullinan bermesin bensin saat ini, SUV listrik ini diperkirakan akan dipasarkan dengan harga mendekati 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16,8 miliar dalam kondisi siap jalan dan telah dilengkapi berbagai opsi tambahan.
Belum Jelas Nasib Cullinan Bermesin Konvensional
Meski indikasi kehadiran SUV listrik semakin kuat, Rolls-Royce belum mengonfirmasi apakah model baru yang diperkirakan meluncur pada 2028 tersebut akan menggantikan Cullinan bermesin konvensional atau justru dijual berdampingan dengannya.
Kemungkinan kedua masih terbuka, mengingat sebagian konsumen di segmen ultra-mewah masih mempertahankan minat terhadap kendaraan bermesin konvensional. Namun, seiring mendekatnya target elektrifikasi penuh pada 2030, kehadiran SUV listrik ini dapat menjadi penanda transisi besar bagi Rolls-Royce di segmen SUV mewah.
Jika resmi diluncurkan, SUV elektrik Rolls-Royce berpotensi menjadi simbol perpaduan antara kemewahan klasik dan teknologi masa depan, sekaligus memperkuat posisi merek ini di era kendaraan listrik global.