Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Meningkat Jadi 27 Orang

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 03 Juli 2026
Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Meningkat Jadi 27 Orang
Ilustrasi serangan rudal Rusia ke Ukraina. (Sumber Foto: news.detik.com)

JAKARTA - Korban meninggal dunia akibat serangan rudal dan drone dari Rusia ke Ukraina bertambah menjadi 27 orang. Ukraina memastikan pihaknya akan membalas serangan Rusia tersebut yang menghancurkan sejumlah gedung apartemen.

Dilansir AFP, Jumat (3/7/2026), ledakan mulai bergema pada Rabu malam yang berlangsung hingga Kamis dini hari ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah pemukiman di pusat kota Kyiv. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, menggambarkannya sebagai "serangan paling besar musuh terhadap ibu kota".

Kepala administrasi militer kota, Tymur Tkachenko, mengatakan 27 orang meninggal dunia dan 91 terluka. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan pasukannya "pasti" akan membalas serangan semalam. Hal itu disampaikan Zelensky saat ia memeriksa sebuah blok apartemen yang sebagian hancur.

Diplomat tertinggi Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Moskow. Sementara Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk mendapatkan lisensi guna memproduksi rudal pertahanan udara Patriot. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan Rusia dan mengulangi seruan gencatan senjata.

"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Namun Rusia bersumpah untuk meningkatkan "tekanan" lebih lanjut terhadap Kyiv, tetap berpegang pada retorika tanpa kompromi. Sebelum itu, rentetan serangan rudal dan drone Rusia menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".

Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi lebih dari empat tahunnya. Perang ini telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua