Peringati Hari Lingkungan 2026, DIY Perkuat Komitmen Rendah Karbon

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 22 Juni 2026
Peringati Hari Lingkungan 2026, DIY Perkuat Komitmen Rendah Karbon
Wakil Gubernur DIY membacakan sambutan Gubernur pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan sekadar rutinitas seremoni. Menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata, Pemda DIY mengajak seluruh masyarakat mengambil langkah konkret dalam menjaga bumi. 

Semangat ini mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia DIY bertema “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim” di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (18/6).

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, saat membacakan sambutan Gubernur DIY, menyatakan bahwa dunia sedang dilanda Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati. Fenomena ini mengancam daya dukung alam serta keberlanjutan pembangunan.

“United Nations Environment Programme (UNEP) mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi Triple Planetary Crisis. Karena itu, kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial. Kami harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujar Sri Paduka.

Komitmen ini, lanjut Sri Paduka, selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui Nationally Determined Contribution (NDC). 

Di tingkat daerah, DIY mengimplementasikannya melalui pembangunan rendah karbon yang tertuang dalam Perda DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang RPJMD DIY 2022–2027, meliputi sektor energi, kehutanan, transportasi, hingga pengelolaan limbah.

Sri Paduka menekankan bahwa tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” adalah ajakan bertindak dari kesadaran. Aksi menjaga lingkungan bisa dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga, sekolah, hingga komunitas, serta membudayakan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Selaras dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti kewajiban melindungi, memelihara, dan membina keselamatan serta kelestarian alam, mari kami ubah kepedulian menjadi tindakan nyata demi bumi yang lebih baik. Manusia adalah pelindung dan perawat dunia. Alam maringi, alam ngelakoni, alam ngadili. Langkah kecil kami hari ini adalah warisan berharga bagi generasi masa depan,” tutur Sri Paduka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menambahkan bahwa peringatan ini adalah momentum membangkitkan kesadaran kolektif. Rangkaian kegiatan telah digelar sejak awal Juni, mulai dari pemutaran film edukasi, kerja bakti, hingga penanaman mangrove di Kulon Progo.

“Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi panggilan untuk bertindak lebih besar dalam menyelamatkan bumi. Perubahan iklim harus direspons bersama melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Kusno.

Sebagai bukti nyata, Pemda DIY melakukan uji emisi kendaraan dinas, penanaman pohon, dan menyerahkan bantuan gerobak sampah listrik Samson 250 untuk mendukung operasional kebersihan ramah lingkungan. 

Selain itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada pegiat lingkungan melalui Kalpataru, ProKlim, dan PROPER sebagai inspirasi bagi pelestarian lingkungan di DIY. 

Penerima Kalpataru Nasional 2026, Ananto Isworo, serta berbagai komunitas dari lima kabupaten/kota di DIY turut diapresiasi atas konsistensi mereka.

Peringatan ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi mewariskan bumi yang sehat dan layak huni bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua