Output Migas PHE Tembus 1 Juta BOEPD Sepanjang Tahun 2025

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 18 Juni 2026
Output Migas PHE Tembus 1 Juta BOEPD Sepanjang Tahun 2025
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. (Sumber Foto: tutur.co.id)

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membukukan hasil produksi minyak dan gas (migas) bumi hingga menyentuh angka 1 juta barrel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) selama tahun 2025.

Secara lebih rinci, total produksi migas tersebut berada di angka 1,032 juta barrel setara minyak per hari, yang mana terdiri atas produksi minyak sebesar 556.000 barrel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Direktur Utama PHE Hermansyah mengungkapkan bahwa capaian selama tahun lalu itu memperlihatkan konsistensi dari pihak perusahaan dalam mempertahankan performa operasional sekaligus memperkuat basis pertumbuhan untuk jangka panjang.

Keberhasilan dalam menjaga stabilitas angka produksi tersebut juga berjalan selaras dengan langkah pencarian sumber daya migas yang baru demi menopang keberlanjutan proses produksi di masa depan.

"Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Dia memaparkan, pengerjaan bermacam program pengembangan lapangan dijalankan secara masif oleh pihak perusahaan demi menggenjot capaian performa. 

Sepanjang tahun 2025, PHE sukses merampungkan pengeboran eksploitasi pada 887 sumur, pengerjaan ulang sumur (workover) di 1.288 sumur, serta perawatan sumur (well service) bagi 37.266 sumur.

Pada lini eksplorasi, badan usaha ini terus memperkokoh langkah penemuan sumber daya baru demi mengamankan keberlangsungan operasional produksi jangka panjang. 

Hingga periode akhir tahun 2025, perusahaan telah melangsungkan pengeboran untuk 20 sumur eksplorasi, pemetaan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik 3D dengan cakupan luas 855 kilometer persegi. 

Langkah eksplorasi tersebut berhasil mendatangkan temuan sumber daya kontingen (2C) yang mencapai angka 1.097,43 juta barrel setara minyak (MMBOE).

Pasokan utama dari hasil tersebut bersumber dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) yang terletak di Wilayah Kerja Rokan dengan jumlah sebesar 724,22 juta barrel minyak (MMBO). 

Bukan hanya itu, PHE pun sukses mencatatkan adanya penambahan cadangan terbukti (P1) yang menyentuh angka 314 MMBOE. 

Pertambahan nilai cadangan tersebut didapatkan melalui proses realisasi kegiatan penggabungan dan akuisisi (M&A), yang di dalamnya mencakup kontribusi dari aset internasional di Aljazair, yaitu proyek MLN Phase 5 yang berada di Blok 405a.

"Kinerja ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," kata Hermansyah.

Perusahaan ini juga berhasil mengantongi keuntungan bersih senilai 2,175 miliar dollar AS pada tahun 2025. Capaian performa keuangan ini ditopang oleh kontribusi seluruh bagian entitas afiliasi dari PHE. 

Menurut dia, kesuksesan yang didapatkan tersebut tidak lepas dari andil serta dukungan dari seluruh pekerja, mitra usaha, pihak pemerintah, hingga para pemangku kepentingan.

"Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia," pungkas dia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua