Pertamina NRE Ajak Generasi Muda Jadi Pemain Utama Energi Bersih

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 05 Juni 2026
Pertamina NRE Ajak Generasi Muda Jadi Pemain Utama Energi Bersih
Pertamina NRE dalam kegiatan “Climate Warrior Goes to School” di SMPN 292 Jakarta. (Sumber Foto: antaranews.com)

JAKARTA – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mendukung forum Energi Baru & Terbarukan (EBT) bertajuk #EnergiMasaKini: Cheap & Clean Energy Now! pada Selasa, (02/06/26). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Generasi Energi Bersih Indonesia (GenB Indonesia) bersama Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) melalui METI Energi Muda ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa, komunitas, akademisi, praktisi, serta pembuat kebijakan mengenai masa depan energi bersih Indonesia dan keterlibatan generasi muda dalam transisi energi.

Ketua Umum METI yang juga Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting, menyoroti besarnya potensi EBT Indonesia yang mencapai lebih dari 3.600 GW. Namun, potensi ini belum sepenuhnya terkonversi menjadi kapasitas terpasang. 

Norman menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada percepatan realisasi investasi dan eksekusi proyek.

“Indonesia memiliki salah satu potensi energi terbarukan terbesar di dunia. Tantangan kami adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang terealisasi, industri yang tumbuh, dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Norman.

Ia menambahkan, Indonesia memerlukan tambahan kapasitas EBT sekitar 6–8 GW setiap tahun untuk mencapai target bauran energi. Oleh karena itu, percepatan transisi energi membutuhkan dukungan regulasi, pembiayaan kompetitif, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, serta rantai pasok yang berkelanjutan. 

Norman menekankan pentingnya membangun kapasitas industri nasional agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar teknologi.

“Kami harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan energi bersih, membangun industri dalam negeri, mengembangkan rantai pasok nasional, dan meningkatkan penguasaan teknologi. 

Transisi energi bukan sekadar menyediakan listrik, tetapi juga peluang untuk memperkuat daya saing ekonomi dan kemandirian bangsa,” katanya.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menambahkan bahwa forum ini adalah upaya membangun pemahaman publik dan memperkuat kolaborasi. 

“Pertamina NRE meyakini bahwa keberhasilan transisi energi membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat, termasuk keterlibatan generasi muda sebagai inovator, profesional, dan pemimpin yang akan menggerakkan sektor energi di masa depan,” ujar Sri.

Sebagai subholding yang berfokus pada bisnis rendah karbon, Pertamina NRE terus berkomitmen mendukung pengembangan energi bersih dan peningkatan kapasitas SDM melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, guna mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua