Jembatan Kaliombo I Disegel, Warga Serbu Perahu Tambang

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 05 Juni 2026
Jembatan Kaliombo I Disegel, Warga Serbu Perahu Tambang
Suasana penyeberangan di Manisrenggo, Kota Kediri ramai imbas penutupan Jembatan Kaliombo. (Sumber Foto: NET)

KEDIRI - Penutupan Jembatan Kaliombo I yang memutus akses utama Kediri dan Tulungagung memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat sekitar. Salah satu fenomena yang terlihat jelas adalah lonjakan jumlah pengguna jasa transportasi perahu tambang di wilayah Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. 

Masyarakat kini memilih moda perahu tambang sebagai rute alternatif untuk menyingkat waktu dan memangkas jarak perjalanan.

Dalam dua hari terakhir, aktivitas di area penyeberangan sungai terpantau jauh lebih padat dari biasanya. Antrean pengendara roda dua dan pejalan kaki memadati dermaga darurat di tepi Sungai Brantas. 

Warga memilih perahu tambang karena dianggap lebih efisien dibandingkan harus mengikuti rute pengalihan resmi yang dinilai terlalu jauh.

Zainal Abidin, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa angkutan air ini sangat membantu transportasi warga. 

Menurutnya, rute pengalihan resmi memaksa pengendara menempuh jarak ekstra hingga tujuh kilometer, ditambah kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik pengalihan arus. “Jadi ya memang banyak orang mencari alternatif supaya lebih cepat sampai di tempat tujuan,” kata Zainal, Kamis (4/6/2026).

Fasilitas ini menjadi penghubung krusial antara Kota Kediri dan Kecamatan Mojo. Akibatnya, sejak jembatan ditutup, jumlah penumpang terus meningkat. 

Ali, pemilik usaha perahu tambang, menyebutkan bahwa angka keterisian penumpang melonjak hingga 50 persen dibandingkan hari biasa. Jika biasanya perahu memuat 10 orang, kini kapasitas mencapai 15 orang dalam sekali jalan.

Meski permintaan meningkat tajam, Ali berkomitmen tidak menaikkan harga tiket. “(Pengguna) mulai naik dua hari ini. Tapi tarif penyeberangan tetap Rp2.000,” terangnya. 

Kebijakan ini diambil demi membantu warga yang terdampak penutupan jembatan. Kini, perahu tambang menjadi solusi transportasi utama bagi warga agar tetap dapat beraktivitas dengan cepat selama proyek perbaikan berlangsung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua