Indonesia dan Madagaskar Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 04 Juni 2026
Indonesia dan Madagaskar Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan
Menlu RI Sugiono bersama Menlu Madagaskar N'Diaye. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Madagaskar tengah menjajaki penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi bersih, hingga ekonomi biru.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Madagaskar, Alice N'Diaye, dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral kedua negara di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa kedua negara membahas berbagai peluang kolaborasi untuk mendukung kebutuhan pembangunan masing-masing sekaligus memperkuat kemitraan antarsesama negara berkembang.

“Kami membahas berbagai kemungkinan untuk saling mendukung kebutuhan industri dan domestik, kerja sama pembangunan, serta peluang memperdalam kolaborasi di sektor-sektor yang memiliki potensi besar, termasuk energi, keuangan, dan ekonomi kreatif,” ujar Menlu Sugiono.

Selain itu, kedua negara turut membahas isu ketahanan pangan yang menjadi perhatian bersama di tengah tantangan perubahan iklim dan gangguan rantai pasok global. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Kami juga membahas ketahanan pangan dan langkah-langkah ke depan yang dapat dilakukan untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, Indonesia dan Madagaskar menjajaki kerja sama konkret dalam pengembangan energi bersih serta inisiatif ekonomi biru (blue economy), mengingat kedua negara memiliki wilayah maritim yang luas.

Di bidang pendidikan, kedua negara sepakat untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui program pelatihan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama pendidikan. 

Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung Madagaskar melalui program pembangunan kapasitas dan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Madagaskar untuk berpartisipasi.

“Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen Indonesia sebagai mitra terpercaya bagi sesama negara berkembang serta dalam memajukan kerja sama Selatan-Selatan yang saling menguntungkan,” ujar Menlu Sugiono.

Selain kerja sama bilateral, kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global, termasuk peran dalam forum multilateral. Sebagai sesama anggota Indian Ocean Rim Association (IORA), Indonesia dan Madagaskar berkomitmen memperkuat kerja sama dalam pengelolaan risiko bencana dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Menlu Sugiono juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam keterlibatan dengan Afrika melalui kemitraan yang lebih erat.

Sementara itu, Menlu N'Diaye menyatakan bahwa kedua negara telah mengidentifikasi sektor-sektor potensial untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti pertanian, agroindustri, perikanan, ekonomi biru, pertambangan, pariwisata, energi terbarukan, kawasan ekonomi khusus, hingga industri ringan.

“Kami ingin mendorong investasi, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah lokal di sektor-sektor yang menjanjikan tersebut guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di kedua negara,” ujar Menlu N'Diaye.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua