Kurangi Emisi, ESDM Fokus pada Energi Hijau dan Kendaraan Listrik

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 04 Juni 2026
Kurangi Emisi, ESDM Fokus pada Energi Hijau dan Kendaraan Listrik
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya hadir sebagai pemateri utama dalam seminar nasional 'Electric Vehicle Technology and Battery Acceleration Talk (ELECTRA) 2026. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan krusialnya pencapaian target transisi energi hijau sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Menurutnya, sektor industri dan transportasi merupakan penyumbang emisi karbon terbesar yang berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan.

"Oleh karena itu, penting untuk menekan emisi dengan energi hijau," katanya saat hadir sebagai pemateri utama dalam seminar nasional "Electric Vehicle Technology and Battery Acceleration Talk (ELECTRA) 2026", yang diselenggarakan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Hangga mencontohkan bahwa penggunaan kendaraan listrik di tengah kemacetan Jakarta mampu menghemat biaya bahan bakar secara signifikan dibandingkan penggunaan Pertalite maupun Pertamax yang tidak disubsidi. 

Ia juga mendorong penggunaan transportasi publik seperti Transjakarta, KRL, dan MRT yang lebih hemat, efektif, serta ramah lingkungan sebagai moda mobilisasi harian.

Guna memastikan esensi ramah lingkungan terpenuhi sepenuhnya, Hangga menekankan bahwa Kementerian ESDM berkomitmen memastikan sumber energi untuk kendaraan listrik berasal dari pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), bukan fosil.

Di hadapan ratusan mahasiswa, ia memaparkan perkembangan terkini sektor EBT dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. 

Saat ini, kepemilikan kendaraan listrik telah mencapai lebih dari 350.000 unit, dengan mayoritas didominasi roda dua serta tren pertumbuhan yang positif pada kendaraan roda empat dengan harga terjangkau.

Hangga menambahkan bahwa aspek pengelolaan limbah dan daur ulang baterai litium kini menjadi fokus yang dipetakan secara serius di Indonesia untuk menjamin siklus hidup kendaraan listrik benar-benar bersih dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Selain itu, Hangga memaparkan target ambisius pemerintah dalam ketahanan energi nasional, yakni mengejar kapasitas panel surya sebesar 100 GW. Untuk mendukung visi Presiden RI tersebut, Kementerian ESDM terus melakukan sinkronisasi program nasional. 

Hal ini mencakup kelanjutan program dedieselisasi pembangkit listrik di pulau-pulau terpencil, program bantuan pasang baru listrik (BPBL), serta program listrik desa (lisdes) berbasis energi surya guna menggantikan PLTD diesel yang kurang ramah lingkungan bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik memadai.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua