Energi Angin dan Surya Kian Berjaya dalam Kelistrikan Uni Eropa

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 02 Juni 2026
Energi Angin dan Surya Kian Berjaya dalam Kelistrikan Uni Eropa
Saat krisis energi menyerang dunia akibat konflik AS-Israel vs Iran, penjualan panel surya dan kendaraan listrik melonjak di Uni Eropa. (Sumber Foto: kompas.com)

JAKARTA - Di negara-negara Eropa, energi bersih kian menjadi elemen krusial dalam strategi guna memastikan stabilitas ekonomi serta keamanan energi. Data terbaru memperlihatkan bahwa tenaga angin dan surya terus memperbesar peran dalam sistem kelistrikan Uni Eropa, sementara penurunan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil memberikan keuntungan ekonomi yang nyata.

Berdasarkan data perusahaan riset energi asal Inggris, Ember, tenaga surya terus menorehkan rekor baru di sejumlah pasar utama Eropa pada bulan Mei ini. Spanyol mencatatkan produksi tenaga surya harian mencapai 229 GWh, sedangkan Prancis berhasil mencapai 160 GWh. 

Sebelumnya, Ember melaporkan bahwa hingga bulan April, produksi energi angin dan surya di Uni Eropa telah naik sekitar 13% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan tersebut mengikuti tren penting yang diproyeksikan terjadi pada 2025, di mana energi angin dan surya akan menyumbang sekitar 30% dari total produksi listrik Uni Eropa, melampaui bahan bakar fosil untuk kali pertama.

Seiring meningkatnya produksi, manfaat ekonomi juga semakin terlihat jelas. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Energi Internasional, energi bersih membantu Uni Eropa menghemat sekitar 51,4 miliar euro tahun lalu dengan memangkas kebutuhan impor bahan bakar fosil. 

Hal ini membuktikan bahwa energi terbarukan di Eropa bukan lagi sekadar isu iklim, melainkan telah menjadi instrumen keamanan energi dan ekonomi yang membantu Uni Eropa mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga gas dan minyak internasional.

Di berbagai negara Eropa, transisi energi dianggap sebagai tantangan kemandirian strategis. Bagi negara pengimpor energi, termasuk Vietnam, pengalaman Uni Eropa menunjukkan bahwa investasi pada energi terbarukan, penyimpanan energi, serta jaringan listrik tidak hanya membantu menekan emisi, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi pasar bahan bakar global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua