Pertamina dan ERIA Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi CCS/CCUS

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 28 Mei 2026
Pertamina dan ERIA Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi CCS/CCUS
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) , PT Pertamina (Persero) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) terkait pengembangan CCS/CCUS dalam IPA Convex 2026. ( Sumber

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menjalin kerja sama dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dalam pengembangan teknologi Carbon Capture Storage dan Carbon Capture Utilization and Storage atau CCS/CCUS. 

Teknologi tersebut akan dikembangkan di wilayah kerja hulu minyak dan gas bumi atau migas Pertamina. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PHE, PT Pertamina (Persero), dan ERIA. 

Penandatanganan dilakukan dalam gelaran IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (21/5/2026).

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan pengembangan CCS/CCUS menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung strategi dekarbonisasi perusahaan. Langkah tersebut juga dinilai memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi di kawasan.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis Pertamina dalam memperkuat portofolio bisnis rendah karbon sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Kesepakatan tersebut membuka ruang kolaborasi strategis antara PHE, Pertamina, dan ERIA untuk mendukung transisi energi. 

Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan ekosistem energi rendah karbon di Indonesia, khususnya lewat teknologi CCS/CCUS. Kolaborasi itu mencakup kajian pengembangan teknologi, optimalisasi aset dan fasilitas yang sudah ada, serta penguatan aspek komersial dan regulasi. Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung implementasi berbagai inisiatif dekarbonisasi.

"Melalui kolaborasi ini Pertamina berupaya membangun ekosistem CCS/CCUS yang terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan industri energi di masa depan," kata Oki.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mengembangkan teknologi rendah karbon di sektor hulu migas.

"Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat identifikasi potensi, pengembangan ekosistem, serta implementasi proyek-proyek rendah karbon yang memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan industri energi nasional," kata Hermansyah.

Pertamina bersama ERIA akan mengidentifikasi potensi lokasi penyimpanan karbon di area eksplorasi perusahaan. PHE nantinya mengevaluasi lokasi tersebut kembali melalui joint study. Kajian itu akan mendukung pengembangan blue ammonia bersama PT Pupuk Indonesia (Persero).

Kajian tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang integrasi CCS dalam pengembangan energi rendah karbon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dekarbonisasi sektor hulu migas dan mendukung target net zero emission Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua