ALVA: Sistem Swap Battery Kurang Sesuai untuk Motor Listrik Indonesia

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 22 Mei 2026
ALVA: Sistem Swap Battery Kurang Sesuai untuk Motor Listrik Indonesia
Alva luncurkan SPKLU motor listrik bernama Boost Charge Station. (Sumber Foto: kompas.com)

JAKARTA - Ragam teknologi baterai untuk sepeda motor listrik yang beredar di pasar Indonesia saat ini kian berkembang. 

Selain perbedaan dari sisi kapasitas dan jenis baterai yang digunakan, metode pengisian dayanya pun menawarkan pilihan yang beragam. Terdapat motor listrik yang daya baterainya bisa diisi langsung melalui perangkat charger, serta ada pula yang menggunakan sistem penukaran baterai atau swap.

Chief Marketing Officer (CMO) ALVA, Putu Swaditya Yudha, berpendapat bahwa metode pengisian daya baterai motor listrik secara langsung menggunakan charger merupakan opsi yang paling pas untuk diterapkan di tanah air. 

Hal ini disebabkan karena pola penggunaan motor listrik oleh masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dibanding negara lain.

"Di luar negeri kebanyakan motor listrik digunakan untuk mobilitas jarak pendek. Tapi di Indonesia motor listrik ini harus bisa dipakai cukup jauh dalam satu kali pengisian daya," buka Adit, sapaan akrab Putu Swaditya Yudha.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Adit menilai bahwa mekanisme pengisian daya baterai secara langsung lewat charger jauh lebih ideal bagi pasar Indonesia.

"Kenapa? Karena sampai hari ini (18:13) baterai swap itu punya keberatasan," ujarnya.

Kendala utama pada model baterai swap terletak pada keterbatasan ukuran dimensinya. Baterai yang mengusung sistem swap umumnya didesain dengan dimensi yang tidak terlalu besar serta bobot ringan demi memudahkan proses penukaran. 

Kondisi ini pada akhirnya berdampak pada kapasitas daya baterai yang terpasang menjadi kurang maksimal. Konsekuensinya, daya jelajah motor listrik dalam satu kali pengisian daya menjadi kurang optimal.

Alasan inilah yang mendasari pihak ALVA menilai bahwa sistem baterai cas langsung masih jauh lebih tepat digunakan di Indonesia dibandingkan model swap baterai.

"Baterai tanam ini kapasitasnya bisa lebih besar yang membuat jarak tempuh dan kemampuan motornya jadi lebih maksimal," tutup Adit.

Hingga saat ini, seluruh lini motor listrik yang dipasarkan oleh ALVA mengandalkan jenis baterai yang pengisian dayanya dilakukan langsung melalui charger

Demi meningkatkan kenyamanan pengguna, ALVA melengkapi produknya dengan charger yang daya keluarannya dapat diatur secara manual, sehingga motor tetap dapat diisi daya di hunian yang memiliki kapasitas listrik terbatas.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua