Senin, 26 Januari 2026

Revitalisasi Sekolah Beri Dampak Nyata, Wamendikdasmen Paparkan Manfaat Langsung Program

Revitalisasi Sekolah Beri Dampak Nyata, Wamendikdasmen Paparkan Manfaat Langsung Program
Revitalisasi Sekolah Beri Dampak Nyata, Wamendikdasmen Paparkan Manfaat Langsung Program

JAKARTA - Perubahan kondisi belajar tidak selalu harus dimulai dari kurikulum atau metode pengajaran. 

Bagi banyak satuan pendidikan, kehadiran ruang kelas yang layak justru menjadi titik awal terciptanya proses pembelajaran yang lebih bermakna. Hal inilah yang kini dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah penerima program revitalisasi dari pemerintah.

Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, sekolah-sekolah yang sebelumnya harus berbagi ruang atau menumpang di lembaga lain kini dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara mandiri. Pemerintah menilai langkah ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan fondasi penting untuk mendorong mutu pendidikan secara menyeluruh.

Baca Juga

Cuaca Berawan Dominasi Indonesia Awal Pekan, BMKG Ungkap Prakiraan Lengkap Senin, 26 Januari 2026

Program Revitalisasi sebagai Fondasi Pendidikan Bermutu

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa manfaat nyata program revitalisasi sekolah dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima. Sekolah yang sebelumnya tidak memiliki gedung sendiri kini dapat menjalankan proses pembelajaran tanpa keterbatasan ruang.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas.

“Ini merupakan program yang sangat strategis dari Presiden Republik Indonesia, yaitu untuk menjamin tersedianya sarana pendidikan yang berkualitas. Itu adalah salah satu elemen penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu,” kata Wamendikdasmen Atip di Jakarta pada Senin.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi prasyarat penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Tanpa ruang kelas yang layak, kegiatan belajar mengajar sulit mencapai hasil maksimal.

Pesan Pemerintah kepada Sekolah Penerima Manfaat

Selain menekankan pentingnya pembangunan fisik, Wamendikdasmen Atip juga berpesan agar seluruh satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi mampu memanfaatkan dan memelihara fasilitas yang telah dibangun.

Ia berharap hasil revitalisasi tidak hanya dimanfaatkan dalam jangka pendek, tetapi juga dirawat secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik, pendidik, serta masyarakat sekitar dalam waktu yang lama.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya program ini, sarana pendidikan menjadi layak dan memadai. Itu dapat menjadi modal dan dorongan bagi semua pihak untuk melahirkan pendidikan yang bermutu,” imbuhnya.

Menurut Atip, keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga fasilitas menjadi kunci keberlanjutan program. Dengan rasa memiliki, sarana pendidikan dapat terus mendukung proses pembelajaran secara optimal.

Pengalaman SMK yang Kini Tak Lagi Menumpang

Manfaat konkret dari program revitalisasi dirasakan langsung oleh Kepala SMK Bina Nusantara, Moch. Ikbal Amiludin. Ia menceritakan bahwa sebelum menerima bantuan, sekolah yang dipimpinnya tidak memiliki gedung sendiri dan harus menumpang di sekolah lain.

Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran, terutama praktik kejuruan, berjalan sangat terbatas. Keterbatasan ruang dan waktu menjadi tantangan utama dalam menyelenggarakan pendidikan yang sesuai kebutuhan siswa.

Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp1,07 miliar berupa pembangunan tiga ruang kelas baru, kegiatan belajar mengajar kini dapat berlangsung lebih optimal. Perubahan ini pun disambut antusias oleh para siswa.

“Respons anak-anak sangat antusias sekali. Bahkan beberapa ada yang mengunggah di media sosial mereka. Mereka semangat karena mempunyai kelas dan fasilitas baru, seperti kursi dan meja. Anak-anak sangat berterima kasih sekali,” kata Ikbal.

Ia menilai keberadaan ruang kelas baru tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan motivasi siswa terhadap sekolahnya.

Perubahan Signifikan di SMP dan Dampak Psikologis Siswa

Dampak serupa juga dirasakan oleh SMP Plus Al-Ittihad Selaawi. Kepala sekolah Rahmalia Khoeronisa Azhar menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi tiga ruang kelas serta pembangunan ruang UKS dengan total nilai Rp668 juta.

Sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi ruang kelas dinilai sudah tidak layak dan berisiko bagi keamanan siswa. Setelah dilakukan perbaikan, suasana belajar berubah secara signifikan.

“Guru dan siswa merasa lebih aman, nyaman, dan kondusif saat melakukan pembelajaran di kelas. Secara tidak langsung, hal ini juga menumbuhkan disiplin siswa, bagaimana cara mereka menjaga amanah yang telah Bapak Presiden berikan kepada sekolah kami,” kata Rahmalia.

Ia menambahkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman turut membentuk sikap tanggung jawab siswa terhadap fasilitas sekolah. Kesadaran untuk menjaga ruang kelas menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.

Pemerataan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini

Sementara itu, Plt. Kepala TK PERSIS Sumedang, Luthfi Muhammad Ihsan, menilai pembangunan Unit Sekolah Baru TK melalui program revitalisasi sangat membantu pemerataan layanan pendidikan anak usia dini.

Sebelumnya, kegiatan pembelajaran TK masih harus menumpang di sekolah lain dengan fasilitas yang terbatas. Kondisi tersebut membatasi ruang gerak dan aktivitas pembelajaran anak-anak.

Kini, setelah memiliki gedung sendiri, sekolah dilengkapi ruang kelas serta fasilitas pendukung yang lebih memadai. Hal ini memungkinkan proses pembelajaran anak usia dini berjalan lebih optimal sesuai kebutuhan perkembangan mereka.

Program revitalisasi ini dinilai tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga pada kualitas layanan pendidikan sejak usia dini. Dengan sarana yang layak, anak-anak dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal.

Secara keseluruhan, revitalisasi sekolah menjadi bukti bahwa pembangunan sarana pendidikan memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Dari jenjang TK hingga SMK, program ini membuka ruang bagi sekolah untuk berkembang, siswa untuk belajar dengan nyaman, dan guru untuk mengajar dengan lebih optimal.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemendikdasmen Terbitkan Surat Edaran Upacara Bendera untuk Penguatan Karakter Siswa

Kemendikdasmen Terbitkan Surat Edaran Upacara Bendera untuk Penguatan Karakter Siswa

Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Pembersihan Sekolah Dukung Pemulihan Pendidikan Aceh Tamiang

Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Pembersihan Sekolah Dukung Pemulihan Pendidikan Aceh Tamiang

Distribusi Ribuan Vaksin DBD Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Kaltim

Distribusi Ribuan Vaksin DBD Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Kaltim

Gubernur Jatim Dorong Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Cetak Generasi Mandiri

Gubernur Jatim Dorong Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Cetak Generasi Mandiri

Papan Interaktif Digital Permudah Pemahaman Konsep Sains Melalui Visualisasi Pembelajaran

Papan Interaktif Digital Permudah Pemahaman Konsep Sains Melalui Visualisasi Pembelajaran