Update Harga Sembako Jawa Timur 23 Januari 2026, Cabai Rawit dan Daging Terpantau Kembali Naik
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Pergerakan harga bahan kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika pada Jumat, 23 Januari 2026.
Sejumlah komoditas strategis yang kerap menjadi penentu belanja rumah tangga, seperti cabai rawit dan daging, tercatat mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, beberapa bahan pangan lain justru mengalami penurunan tipis atau cenderung stabil.
Kondisi ini mencerminkan fluktuasi pasar yang masih berlangsung seiring berbagai faktor, mulai dari cuaca, distribusi, hingga keseimbangan pasokan dan permintaan. Bagi masyarakat, memantau perkembangan harga sembako setiap hari menjadi langkah penting agar pengeluaran tetap terkendali, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan tren inflasi pangan.
Baca JugaBMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia
Pergerakan Harga Sembako Jatim Hari Ini
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, sejumlah komoditas utama mengalami perubahan harga. Daging sapi, telur ayam kampung, dan cabai merah keriting tercatat mengalami penurunan meskipun dalam skala terbatas. Sebaliknya, gas elpiji 3 kilogram, cabai rawit merah, serta daging ayam mengalami kenaikan harga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar pangan di Jawa Timur masih bergerak dinamis dari hari ke hari. Naik turunnya harga ini kerap dipengaruhi oleh kondisi pasokan di tingkat produsen hingga distribusi ke pasar-pasar tradisional maupun modern.
Daftar Harga Lengkap Sembako Jawa Timur Jumat, 23 Januari 2026
Berikut harga rata-rata sembako di Jawa Timur per Jumat, 23 Januari 2026:
Beras premium: Rp14.817/kg
Beras medium: Rp12.871/kg
Gula kristal putih: Rp16.592/kg
Minyak goreng curah: Rp18.599/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp20.566/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp17.564/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp16.892/liter
Daging sapi paha belakang: Rp119.702/kg
Daging ayam ras: Rp35.694/kg
Daging ayam kampung: Rp69.500/kg
Telur ayam ras: Rp27.474/kg
Telur ayam kampung: Rp45.183/kg
Susu kental manis Bendera 370 gr: Rp12.611
Susu kental manis Indomilk 370 gr: Rp12.541
Susu bubuk Bendera 400 gr: Rp42.107/dos
Susu bubuk Indomilk 400 gr: Rp41.379/dos
Garam bata: Rp1.911
Garam halus: Rp9.327/kg
Cabai merah keriting: Rp26.122/kg
Cabai merah besar: Rp24.134/kg
Cabai rawit merah: Rp40.703/kg
Bawang merah: Rp33.628/kg
Bawang putih: Rp32.571/kg
Gas elpiji 3 kg: Rp19.961
Harga di atas merupakan rata-rata Jawa Timur dan dapat berbeda di tiap daerah maupun pasar.
Komoditas Naik dan Turun: Cabai Rawit Kembali Menguat
Jika ditelaah lebih rinci, daging sapi mengalami penurunan harga sebesar Rp113 atau sekitar 0,09 persen. Telur ayam kampung turun Rp708 atau 1,54 persen, sementara cabai merah keriting terkoreksi Rp232 atau 0,88 persen.
Di sisi lain, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp1.735 atau 4,45 persen. Gas elpiji 3 kilogram naik Rp233 atau 1,18 persen. Daging ayam kampung tercatat naik Rp450 atau 0,65 persen, sedangkan daging ayam ras naik Rp123 atau 0,34 persen.
Kenaikan harga cabai rawit kerap menjadi perhatian karena komoditas ini sangat sensitif terhadap cuaca dan pasokan. Sedikit gangguan pada produksi atau distribusi dapat langsung memicu lonjakan harga di pasar.
Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Sembako
Perubahan harga sembako tidak terjadi tanpa sebab. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan memengaruhi naik-turunnya harga bahan pokok di pasar.
Pertama, keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Saat permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, ketika pasokan melimpah dan permintaan melemah, harga dapat turun.
Kedua, faktor cuaca dan musim. Cuaca ekstrem, bencana alam, maupun perubahan musim sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian dan peternakan. Gangguan produksi akibat hujan lebat atau kekeringan kerap menyebabkan pasokan berkurang dan harga naik.
Ketiga, kebijakan pemerintah. Aturan terkait impor, subsidi, pajak, hingga distribusi sangat menentukan pergerakan harga sembako. Kebijakan pembatasan impor atau perubahan mekanisme subsidi dapat berdampak langsung pada harga di tingkat konsumen.
Keempat, biaya produksi dan distribusi. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, upah tenaga kerja, hingga ongkos transportasi akan meningkatkan biaya produksi dan logistik, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga jual.
Kelima, kondisi ekonomi makro, termasuk nilai tukar dan inflasi. Fluktuasi kurs, terutama untuk komoditas impor, dapat memicu kenaikan harga. Inflasi yang tinggi juga mendorong naiknya harga barang dan jasa secara umum.
Selain itu, gangguan rantai distribusi seperti kemacetan, kendala logistik, atau masalah transportasi juga dapat menghambat pasokan ke pasar, sehingga memicu lonjakan harga.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga sembako memang cenderung berubah-ubah. Oleh karena itu, pengawasan berkelanjutan dan kebijakan yang tepat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Jawa Timur.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
7 Rekomendasi Kuliner Malam Legendaris di Jakarta yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar
- Jumat, 23 Januari 2026
Rekomendasi Tiga Tempat Sarapan Legendaris di Jakarta Selatan untuk Awali Hari Kerja
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Perpres AI Ditargetkan Rampung, Pemerintah Siapkan Arah dan Etika Nasional
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenkomdigi: Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Pascabencana Tembus 99 Persen
- Jumat, 23 Januari 2026
Becak Listrik Bantuan Prabowo Akan Difungsikan Sebagai Transportasi Wisata Surabaya
- Jumat, 23 Januari 2026
Mensesneg Pastikan Enam Proyek Hilirisasi Pemerintah Mulai Jalan Akhir Januari 2026
- Jumat, 23 Januari 2026












