Menko Airlangga Tekankan Peran Swasta dalam Percepatan Aksesi Indonesia ke OECD
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Upaya Indonesia untuk bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terus dipercepat sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi nasional.
Di tengah proses panjang dan kompleks tersebut, keterlibatan sektor swasta dinilai menjadi faktor krusial agar aksesi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap iklim investasi dan daya saing nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote remarks dalam forum KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession yang digelar di kantor Boston Consulting Group (BCG), London, Senin, 19 Januari 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, serta mitra internasional untuk membahas peran sektor swasta dalam mendukung proses aksesi OECD Indonesia.
Baca JugaDampak Program MBG Terasa di Daerah, Aktivitas Belajar Siswa Meningkat
Aksesi OECD sebagai Prioritas Strategis Nasional
Menko Airlangga menegaskan bahwa aksesi OECD bukan sekadar agenda teknis, melainkan keputusan strategis nasional yang menjadi fondasi penting menuju Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, proses ini akan membawa perubahan struktural yang signifikan terhadap tata kelola dan kualitas kebijakan ekonomi Indonesia.
“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” kata Menko Airlangga.
Ia menjelaskan, penyelarasan kebijakan nasional dengan standar OECD diyakini mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas regulasi, serta menciptakan kepastian hukum yang lebih baik. Dampaknya, iklim investasi akan semakin kondusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Peran Swasta Dinilai Kunci Percepatan Aksesi
Dalam forum tersebut, Airlangga menekankan bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu kunci utama percepatan aksesi Indonesia ke OECD. Dunia usaha tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam proses reformasi kebijakan.
Forum KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable sendiri dirancang untuk mempertemukan pemerintah Indonesia, Pemerintah Inggris, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta para pelaku usaha internasional. Diskusi difokuskan pada implikasi aksesi OECD bagi sektor swasta, khususnya dalam kerangka OECD Investment Framework.
Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan berkelanjutan dalam proses aksesi Indonesia, serta kepada Boston Consulting Group (BCG) yang memberikan dukungan teknis kepada Tim Nasional Aksesi OECD.
Dukungan Internasional dan Momentum Kerja Sama Inggris–Indonesia
Momentum pertemuan ini dinilai semakin strategis karena bertepatan dengan agenda penting hubungan bilateral Indonesia dan Inggris. Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Republik Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa forum tersebut digelar menjelang peluncuran United Kingdom–Indonesia Strategic Partnership oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Pada hari yang sama, Menko Airlangga juga dijadwalkan menandatangani Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP). Kerja sama ini diharapkan menjadi penguat sinergi ekonomi kedua negara, sekaligus mendukung proses aksesi Indonesia ke OECD melalui peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
KADIN Dorong Dukungan Dunia Usaha Nasional
Dukungan terhadap aksesi OECD juga datang dari KADIN Indonesia. Ketua Dewan Penasihat KADIN, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa besarnya skala ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan yang sama besar agar mampu tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan.
Menurut Hashim, aksesi OECD menjadi salah satu langkah paling strategis untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Hal senada disampaikan Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya N. Bakrie, yang menegaskan komitmen kuat KADIN dan sektor swasta dalam mendukung percepatan aksesi tersebut.
Dalam sesi panel, Global Expert on Geopolitics and Trade, Tim Figures, memaparkan pengalaman berbagai negara yang berhasil meningkatkan daya saing ekonomi dan keluar dari middle income trap setelah bergabung dengan OECD. Paparan tersebut memperkuat pandangan bahwa aksesi OECD membawa implikasi positif jangka panjang.
Kick-Off Keterlibatan Swasta Menuju Indonesia Emas 2045
Pertemuan ini juga menandai Official Kick-off keterlibatan sektor swasta dalam mendukung aksesi Indonesia ke OECD. Inisiatif tersebut didukung oleh UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dan Growth Gateway Programme sebagai wadah dialog dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menko Airlangga optimistis, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional, proses aksesi OECD dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Indonesia optimis akan dapat mempercepat proses aksesi OECD, untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Airlangga.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, serta perwakilan BCG dan pelaku usaha dari berbagai sektor strategis.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cara Membuat Bubur Mutiara Bening dan Kenyal, Lengkap dengan Aneka Resep Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 7 Tempat Makan Siang Favorit di Dekat Stasiun Lempuyangan Jogja
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi 3 Kafe Pagi Favorit di Kota Batu untuk Ngopi Sambil Menunggu Sunrise
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Mengulas Lengkap Manfaat Beasiswa LPDP bagi Penerima Studi Dalam Negeri
- Rabu, 21 Januari 2026
Pariwisata Indonesia Kian Mendunia, Puluhan Penghargaan Internasional Diraih Awal 2026
- Selasa, 20 Januari 2026













