Selasa, 20 Januari 2026

Panduan Lengkap Cara Membuat Bubur Candil Kenyal dengan Lima Variasi Resep

Panduan Lengkap Cara Membuat Bubur Candil Kenyal dengan Lima Variasi Resep
Panduan Lengkap Membuat Bubur Candil Kenyal dengan Lima Variasi Resep

JAKARTA - Bubur candil dikenal sebagai salah satu kudapan tradisional yang tak lekang oleh waktu. 

Teksturnya yang kenyal berpadu dengan kuah gula merah dan santan gurih membuat hidangan ini selalu hadir di berbagai momen spesial, mulai dari acara keluarga hingga sajian berbuka puasa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, membuat bubur candil dengan tekstur yang pas bukan perkara sepele.

Kesalahan kecil dalam memilih bahan atau teknik pengolahan dapat membuat candil menjadi keras, pecah, atau lembek saat dingin. Oleh karena itu, memahami tahapan dan prinsip dasar pembuatan menjadi kunci utama agar hasilnya konsisten dan menggugah selera. Dengan teknik yang tepat, proses memasak bubur candil pun bisa dilakukan dengan mudah dan anti gagal.

Baca Juga

Lagi Tren! 7 Rekomendasi Tempat Ngopi Kopi Buah Segar dan Kekinian di Bandung

Prinsip Dasar Membuat Bubur Candil Tetap Kenyal

Kunci utama kenyalnya bubur candil terletak pada pengolahan adonan. Proses ini tidak hanya soal mencampur bahan, tetapi juga memahami karakter tepung dan reaksi adonan saat terkena panas.

Pemilihan bahan berkualitas menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Tepung ketan segar memiliki aroma alami dan daya elastis lebih baik dibandingkan tepung yang sudah lama disimpan. Tepung yang berbau apek biasanya menghasilkan adonan yang kaku dan kurang nikmat.

Selain itu, teknik pencampuran juga memengaruhi hasil akhir. Air hangat berperan penting dalam membantu proses gelatinisasi awal pada tepung, sehingga adonan menjadi lebih kalis dan mudah dibentuk. Air yang ditambahkan sebaiknya dituangkan sedikit demi sedikit agar adonan tidak terlalu lembek.

Langkah Teknis agar Candil Tidak Keras atau Pecah

Untuk mendapatkan tekstur candil yang elastis dan tahan lama, terdapat beberapa teknik penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah rasio penggunaan tepung. Kombinasi tepung ketan dan tepung tapioka dalam takaran yang tepat akan memberikan efek kenyal ekstra tanpa membuat adonan mudah hancur.

Proses perebusan juga menjadi tahap krusial. Bola-bola candil sebaiknya dimasukkan hanya ketika air gula benar-benar mendidih. Cara ini membantu adonan langsung “mengunci” bentuknya sehingga tidak larut atau melebar di dalam kuah. Tanda candil matang sempurna adalah ketika seluruh bola mengapung ke permukaan.

Untuk kuahnya, larutan tapioka sebaiknya ditambahkan di tahap akhir setelah candil matang. Teknik ini akan menghasilkan kuah yang kental, mengilap, dan mampu membungkus candil dengan sempurna, sekaligus mempercantik tampilan sajian.

Lima Variasi Resep Bubur Candil yang Tetap Kenyal

Selain versi klasik, bubur candil memiliki banyak variasi rasa dan warna alami yang menarik. Setiap varian tetap mengutamakan tekstur bola candil sebagai elemen utama, tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.

1. Bubur Candil Ubi Kuning
Bahan yang digunakan terdiri dari ubi kuning kukus yang dihaluskan, tepung tapioka, garam, dan air secukupnya. Ubi dicampur dengan tepung hingga bisa dipulung, lalu direbus dalam kuah gula merah sampai mengapung. Hasilnya adalah candil berwarna kuning lembut dengan rasa manis alami.

2. Bubur Candil Pandan Hijau Alami
Varian ini memanfaatkan air perasan pandan hangat yang dicampurkan ke tepung ketan dan tapioka. Warna hijau alami yang dihasilkan tetap cerah karena adonan direbus dalam kuah gula pasir. Aroma pandan memberikan sensasi segar yang khas.

3. Bubur Candil Ubi Ungu
Ubi ungu kukus dihaluskan lalu dicampur dengan tepung ketan dan sedikit air hangat hingga kalis. Candil kemudian dimasak dalam kuah gula merah kental. Warna ungu alami membuat sajian terlihat cantik sekaligus kaya antioksidan.

4. Bubur Candil Ketan Hitam
Perpaduan tepung ketan hitam dan ketan putih menciptakan tekstur yang seimbang dan rasa yang lebih earthy. Candil direbus hingga matang dan disajikan dengan kuah gula merah untuk menonjolkan karakter khas ketan hitam.

5. Bubur Candil Labu Kuning
Labu kuning kukus dicampur dengan tepung tapioka dan sedikit garam hingga adonan elastis. Candil kemudian dimasak dalam kuah gula merah dan jahe, menghasilkan rasa manis hangat yang cocok disantap saat cuaca dingin.

Tips Penyajian agar Lebih Menggugah Selera

Agar bubur candil semakin nikmat, penyajian juga perlu diperhatikan. Santan sebaiknya dimasak terpisah dengan sedikit garam agar rasanya seimbang dan tidak mudah pecah. Saat disajikan, candil dan kuah gula merah dituang terlebih dahulu, lalu disiram santan di atasnya.

Bubur candil paling nikmat disantap selagi hangat, namun tetap lezat saat dingin jika teknik pembuatannya benar. Tekstur candil yang kenyal dan kuah yang kental akan bertahan lebih lama tanpa berubah keras.

Dengan memahami teknik dasar dan variasi resep di atas, membuat bubur candil yang kenyal kini bukan lagi hal sulit. Sajian tradisional ini bisa menjadi menu andalan di rumah, baik untuk camilan sehari-hari maupun hidangan spesial bersama keluarga.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wajib di Coba! 5 Kedai Susu Segar Legendaris di Malang, Favorit Wisatawan Sejak Dulu

Wajib di Coba! 5 Kedai Susu Segar Legendaris di Malang, Favorit Wisatawan Sejak Dulu

5 Rekomendasi Tempat Makan Siang Enak di Surabaya Favorit Pekerja Kantoran

5 Rekomendasi Tempat Makan Siang Enak di Surabaya Favorit Pekerja Kantoran

Cari Tempat Santai? Ini Lima Coffee Shop Cozy di Solo untuk Rehat Nyaman Setelah Jam Kantor

Cari Tempat Santai? Ini Lima Coffee Shop Cozy di Solo untuk Rehat Nyaman Setelah Jam Kantor

7 Pilihan Tempat Makan Siang Favorit Dekat Gembira Loka Jogja, Enak dan Mengenyangkan

7 Pilihan Tempat Makan Siang Favorit Dekat Gembira Loka Jogja, Enak dan Mengenyangkan

10 Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Hati

10 Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Hati