Minggu, 18 Januari 2026

Program MBG Serap 600 Ribu Tenaga Kerja, Optimalkan Ekonomi Desa

Program MBG Serap 600 Ribu Tenaga Kerja, Optimalkan Ekonomi Desa
Program MBG Serap 600 Ribu Tenaga Kerja, Optimalkan Ekonomi Desa

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah telah menunjukkan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sejak dimulai pada Januari 2025, program ini telah menyerap hingga 600 ribu pekerja di berbagai daerah. Angka tersebut belum termasuk peran para petani yang memasok kebutuhan gizi, sehingga potensi ekonomi yang tercipta lebih besar.

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menempatkan ribuan tenaga kerja untuk menjalankan MBG, dan hingga September 2025 tercatat sekitar 300 ribu pekerja aktif di lapangan. 

Baca Juga

Perubahan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagai Bagian dari Penguatan Tata Kelola dan Arah Strategis Perseroan

Selain itu, setiap SPPG bekerja sama dengan minimal 15 supplier yang masing-masing mempekerjakan antara lima hingga 15 orang. Dengan perhitungan ini, total tenaga kerja yang terdampak mencapai sekitar 600 ribu orang.

Dadan menekankan bahwa organisasi yang terlibat dalam MBG terus berkembang seiring meningkatnya cakupan program. 

Untuk tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dari MBG, sehingga BGN memiliki alokasi anggaran terbesar dibanding kementerian dan lembaga lain di Indonesia. Hal ini menjadi bukti besarnya perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi nasional.

Alokasi anggaran untuk 2026 akan meningkat menjadi Rp 268 triliun, dengan cadangan tambahan Rp 67 triliun, sehingga total mencapai Rp 335 triliun. 

Sekitar 96 persen dari total anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara sisanya 4 persen diperuntukkan bagi dukungan manajemen dan administrasi. Dadan menegaskan bahwa penambahan anggaran ini sejalan dengan skala besar MBG dan kebutuhan peningkatan organisasi yang menangani program.

Program MBG tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat desa. 

Dadan menjelaskan bahwa koperasi, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), UMKM, dan petani bisa mengambil manfaat dari program ini. Produk gizi yang disalurkan dalam MBG membutuhkan rantai pasok yang kuat, sehingga membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai ekonomi lokal.

Selain itu, program ini mendorong keterlibatan pemuda untuk kembali mengoptimalkan potensi desa. Dadan mengajak para generasi muda agar memanfaatkan lahan yang belum produktif namun subur untuk kegiatan pertanian yang mendukung MBG. Dengan begitu, program ini menjadi sarana pengembangan ekonomi desa sekaligus pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Menurut Dadan, keberhasilan MBG juga tergantung pada koordinasi antar-lembaga dan pengawasan yang ketat. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga komunitas lokal. Sinergi ini penting agar distribusi gizi dapat berjalan lancar sekaligus membuka lapangan kerja secara merata di seluruh Indonesia.

Potensi ekonomi yang muncul dari MBG juga berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan adanya peluang kerja dan usaha tambahan melalui koperasi dan UMKM, pendapatan lokal meningkat. Hal ini turut mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, sejalan dengan visi pemerintah dalam penguatan ekonomi daerah.

Dadan berharap program MBG dapat terus memperluas jangkauan dan memberikan manfaat yang lebih besar. Selain penyerapan tenaga kerja, program ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dengan cakupan yang semakin luas, MBG diharapkan mampu menjadi program prioritas nasional yang berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Kesimpulannya, MBG tidak hanya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi, tetapi juga strategi penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi desa, dan pemberdayaan pemuda. Dengan alokasi anggaran yang besar dan koordinasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.c

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BGN Ajak Dunia Usaha Jaga Pasokan Bahan Baku Program MBG

BGN Ajak Dunia Usaha Jaga Pasokan Bahan Baku Program MBG

Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah

Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah

Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital

Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital

Mendagri Fokuskan Strategi Pemulihan Terukur Pascabencana Sumatera Barat Berkelanjutan

Mendagri Fokuskan Strategi Pemulihan Terukur Pascabencana Sumatera Barat Berkelanjutan

Gibran Optimistis Pariwisata Bisa Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional

Gibran Optimistis Pariwisata Bisa Menjadi Penggerak Perekonomian Nasional