Wijaya Karya Catat Penjualan Rp31,36 Triliun, Infrastruktur Jadi Kontributor Terbesar
- Minggu, 30 Maret 2025
JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatat total penjualan sebesar Rp31,36 triliun sepanjang tahun 2024. Pencapaian ini terdiri dari penjualan non-Kerja Sama Operasi (KSO) senilai Rp19,24 triliun serta penjualan dari skema KSO sebesar Rp12,12 triliun.
Segmen infrastruktur dan gedung menjadi penyumbang terbesar terhadap total penjualan WIKA, mencapai 49%. Selanjutnya, industri pendukung konstruksi menyumbang 28%, EPCC sebesar 17%, dan sisanya berasal dari pengelolaan serta penjualan segmen properti. Dari capaian ini, WIKA membukukan laba kotor sebesar Rp1,48 triliun.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai transformasi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2024. “Kami terus berfokus pada eksekusi proyek yang optimal, efisiensi melalui penerapan lean construction, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan tata kelola dan manajemen risiko yang lebih kuat,” ujarnya.
Baca JugaINKA Jelaskan Dinamika Sistem Pintu KRL pada Fase Pendampingan Operasional Awal
Salah satu indikator keberhasilan transformasi WIKA adalah arus kas operasi yang kembali positif sejak tahun 2020. Pada tahun 2024, arus kas operasi WIKA mencapai Rp68,22 miliar. Selain itu, utang berbunga dan utang usaha perseroan juga mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp1,37 triliun dan Rp3,28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampak dari berbagai upaya ini terlihat dari perbaikan kinerja perusahaan. WIKA mencatat peningkatan sebesar 68,2% pada laba bersih, yang kini berada di angka negatif Rp2,27 triliun, membaik dari tahun sebelumnya yang tercatat negatif Rp7,13 triliun.
“Perbaikan kinerja juga tercermin dari rasio lancar (current ratio) WIKA yang mencapai 158% pada 2024, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 80%. Selain itu, gearing ratio atau rasio utang berbunga terhadap ekuitas juga mengalami perbaikan menjadi 2,71 kali dibandingkan 3,52 kali pada 2023. Hal ini dicapai berkat dukungan penuh dari stakeholders dan pemerintah dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan,” jelas Agung BW.
Selain menunjukkan kinerja keuangan yang lebih sehat, WIKA juga mendapatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global. Perusahaan ini meraih skor ESG (Environmental, Social, and Governance) sebesar 53/100, jauh di atas rata-rata industri. Dengan skor tersebut, WIKA menempati peringkat ke-25 secara global dalam kategori perusahaan sejenis.
Agung BW mengapresiasi seluruh stakeholders dan pemerintah yang telah mendukung upaya penyehatan keuangan perusahaan. “Kami akan terus menjaga kepercayaan dengan menjalankan transformasi yang konsisten, meningkatkan eksekusi proyek, serta mengoptimalkan digitalisasi dan lean construction. Dengan strategi ini, kami optimis dapat menghadapi tantangan di masa depan dan meningkatkan daya saing perusahaan,” pungkasnya.
Nathasya Zallianty
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Nilai Penugasan Taruna KKP Perkuat Percepatan Pemulihan Bencana
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Dorong Peran Strategis BP4 Kepri Cegah Lonjakan Perceraian Daerah
- Kamis, 15 Januari 2026
Kemenhaj Perketat Sistem Kesehatan Haji dengan Penguncian Data Digital
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Mandiri Micro Fest 2025 Dorong Pelaku Mikro Naik Kelas, Transaksi Digital Melonjak 45%
- Senin, 12 Januari 2026
Terpopuler
1.
7 Cara Menyimpan Nasi Matang Agar Tetap Pulen Tanpa Rice Cooker
- 15 Januari 2026
2.
3.
4.
Durian Tetap Segar dan Tak Bau, Ini Cara Menyimpannya di Kulkas
- 15 Januari 2026













