Aset KAI Group Tembus Rp105,43 Triliun, Perkuat Layanan Berbasis Rel
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) merekam penguatan aset konsolidasian sepanjang Tahun Buku 2025.
Dalam performa yang disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS Tahun Buku 2025, total aset KAI Group menyentuh Rp105,43 triliun, naik 8,58% dibanding 2024 sebesar Rp97,10 triliun.
Direktur Utama KAI dari Sumbernya menyatakan, penguatan aset tersebut jadi bagian krusial dari kapabilitas KAI dalam menjaga keberlangsungan layanan berbasis rel.
Menurut dari Sumbernya, aset perseroan wajib dikelola secara produktif agar memberi faedah langsung bagi pengguna, kalangan usaha, serta perekonomian nasional.
“Aset KAI adalah instrumen pelayanan. Ketika aset perusahaan semakin kuat dan dikelola dengan disiplin, KAI memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menjaga keselamatan, meningkatkan keandalan operasi, merawat sarana, memperkuat fasilitas layanan, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” ujar dari Sumbernya.
Sepanjang 2025, KAI Group melayani 503.549.740 pengguna serta 69.791.691 ton barang.
Skala layanan itu memperlihatkan bahwa aset KAI dipakai dalam kegiatan yang dekat dengan keperluan warga, mulai dari mobilitas harian, perjalanan jarak jauh, konektivitas kawasan perkotaan, sampai distribusi logistik di berbagai daerah.
Penguatan aset KAI Group terlihat dari aset tetap yang menyentuh Rp37,30 triliun pada 2025, naik 26,84% dibanding 2024 sebesar Rp29,41 triliun.
Aset tetap itu mencakup elemen penting yang menyokong layanan, seperti sarana, gedung, fasilitas, mesin, peralatan, serta aset pendukung operasional lain.
Dari Sumbernya menjelaskan, kenaikan aset tetap memperlihatkan haluan perusahaan dalam memperkokoh kapasitas jangka panjang.
Bagi perusahaan perkeretaapian, mutu aset mempunyai hubungan langsung dengan keamanan perjalanan, kenyamanan pengguna, kesiapan operasional, serta kapabilitas layanan untuk menjawab keperluan warga.
“Kereta api membutuhkan pengelolaan aset yang berkesinambungan. Lokomotif, kereta, gerbong, fasilitas stasiun, sistem operasi, serta aset pendukung layanan harus berada dalam kondisi andal. Karena itu, penguatan aset menjadi bagian dari cara KAI menjaga layanan agar tetap aman, tertib, dan dapat diandalkan,” kata dari Sumbernya.
Dari segi struktur finansial, ekuitas KAI Group meningkat 11,23% menjadi Rp39,29 triliun dari sebelumnya Rp35,32 triliun.
Penguatan ekuitas ini memberi ruang yang lebih bugar bagi perseroan dalam menjalankan program operasional, perawatan, pengembangan layanan, serta pengelolaan investasi secara terukur.
KAI Group pun mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun pada 2025, naik 2,77% dibanding 2024 sebesar Rp2,22 triliun.
Pada saat yang sama, laba usaha meningkat 10,35% menjadi Rp8,39 triliun dari sebelumnya Rp7,60 triliun.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa pengelolaan aset serta operasional berjalan makin efisien di tengah skala layanan yang besar.
Dari segi pendapatan, KAI Group mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp35,76 triliun pada 2025.
Sementara itu, beban pokok pendapatan terekam Rp23,02 triliun, lebih rendah dibanding 2024 sebesar Rp23,27 triliun.
Beban usaha pun menyusut dari Rp5,23 triliun pada 2024 menjadi Rp4,35 triliun pada 2025.
Menurut dari Sumbernya, efisiensi perseroan diarahkan untuk memperkokoh mutu layanan.
Pengelolaan biaya yang lebih baik menolong KAI menjaga ketepatan waktu, meningkatkan kesiapan sarana, merawat fasilitas pelayanan, serta meyakinkan operasional berjalan konsisten di berbagai lintas pelayanan.
Performa kas KAI Group pun makin kuat.
Arus kas bersih dari kegiatan operasi menyentuh Rp7,15 triliun, naik 36,43% dibanding 2024 sebesar Rp5,24 triliun.
Penerimaan kas dari pengguna menyentuh Rp28,59 triliun, meningkat 12,68% dari tahun sebelumnya sebesar Rp25,37 triliun.
Kas serta setara kas pada akhir 2025 turut meningkat 37,22% menjadi Rp6,76 triliun.
Dari Sumbernya menyampaikan, arus kas operasi yang kuat jadi indikator penting bagi keberlangsungan layanan.
Dalam bisnis perkeretaapian, perseroan membutuhkan likuiditas yang cukup untuk meyakinkan perawatan, kesiapan operasional, peningkatan layanan, serta dukungan terhadap keperluan pengguna serta mitra logistik.
“Arus kas yang sehat membuat perusahaan memiliki ketahanan yang lebih baik. Ketahanan keuangan bagi KAI menjadi modal untuk memastikan pelanggan mendapat layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses,” ujar dari Sumbernya.
KAI memandang performa Tahun Buku 2025 sebagai pijakan untuk memperkokoh manajemen aset serta performa layanan pada tahun-tahun mendatang.
Dengan aset yang makin kuat, ekuitas yang meningkat, laba yang terjaga, serta arus kas operasi yang solid, KAI Group mempunyai dasar yang lebih baik untuk menjalankan fungsinya selaku penyedia layanan transportasi publik serta logistik berbasis rel.
“Setiap penguatan aset harus kembali kepada layanan. KAI akan terus mengelola aset perusahaan secara produktif, hati-hati, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat luas,” tutup dari Sumbernya.