Aksi Tanam Pohon, Upaya Kongkrit Pulihkan Alam dan Tekan Emisi

Ilustrasi Menanam Pohon. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:25:35 WIB

JAKARTA - Sejumlah peristiwa bencana hidrometeorologi di Indonesia, contohnya di Sumatra beberapa waktu lalu, menjadi pengingat bahwa memelihara keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tugas bersama. 

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center Hari Sanjaya Siregar mengungkapkan di titik inilah urgensi upaya perbaikan lingkungan, seperti gerakan menanam pohon.

"Berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim telah meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi," kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7).

"Karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa," imbuhnya.

Hari menuturkan melalui gerakan menanam pohon, yayasan yang dipimpinnya mendorong masyarakat, pemerintah, sektor swasta, akademisi, serta generasi muda untuk bahu-membahu melaksanakan rehabilitasi lingkungan.

Kegiatan menanam pohon menurutnya tidak cuma bertujuan menghijaukan kembali area yang terdampak, tetapi juga memperkokoh daya resap tanah terhadap air dan menekan risiko banjir.

Menanam pohon pun bisa mencegah erosi, memelihara kelestarian sumber mata air, serta melindungi keberlangsungan ekosistem yang menjadi penyokong kehidupan masyarakat.

"Penanaman pohon merupakan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi karbon. Pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO?) yang efektif, sehingga mampu membantu menekan laju pemanasan global," katanya.

Semakin luas area hijau yang dibangun dan dirawat, Hari beranggapan semakin besar pula andil Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

"Kami meyakini bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia berharap menanam pohon harus menjadi budaya dan gerakan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian bumi.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo