AHY Pacu Indonesia Mandiri Produksi Baterai dan Mobil Listrik

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Sumber Foto: NET)
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:11:54 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menaruh harapan besar bahwa Indonesia sanggup menciptakan ekosistem baterai hingga mobil listrik secara mandiri. Mengingat, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya yang memadai.

“Indonesia bersyukur dengan sumber daya berlimpah, tapi pasti ada batasannya. Kalau cuma ambil nikel dan jual begitu saja ke negara lain, yang dihargai bahan bakunya saja. Kami harus ada industri yang bisa membangun nikel dari baterai, baterai jadi kendaraan listrik,” ungkapnya dari Sumbernya dalam agenda Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026), di Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah.

AHY menuturkan bahwa saat ini Tiongkok memang mendominasi pasar kendaraan listrik (EV) global. Meskipun demikian, dia memberi peringatan bahwa segala sesuatu pasti diawali dengan usaha coba-coba, yang dibarengi dengan penelitian. Menurutnya, peningkatan kualitas merupakan hal yang pasti.

“Ada negara tetangga yang berani dan berhasil. Indonesia saya rasa punya kapasitas itu, kami tidak boleh takut bersaing. Bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia, harus dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak,” tandas dari Sumbernya.

Tentu saja hal tersebut tidak bisa instan mencapai 100%, namun target ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Dalam konteks teknologi maupun tenaga kerja, tanah air mempunyai talenta terbaik yang dapat diandalkan.

“Lama kelamaan akan bisa 100% buatan Indonesia dan teknologi kami tidak ketinggalan karena kami punya engineer terbaik,” tuturnya penuh keyakinan.

Pada bagian akhir, AHY mengingatkan bahwa untuk menjadi perusahaan raksasa global pada sektor EV, diperlukan niat yang kuat. Dengan kombinasi tenaga kerja, teknologi, sumber daya alam, serta kemauan yang besar, tidak perlu diragukan bahwa Indonesia mampu mendirikan industri kendaraan listrik.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto menekankan kami harus memiliki tekad kuat menghadirkan industri otomotif nasional, dan semua bisa dimulai dengan transportasi berbasis listrik,” tutup dari Sumbernya.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo