Walau Fokus Energi Bersih, China Terus Perluas Pembangkit Batu Bara

Uap mengepul keluar dari menara pendingin di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara di Nanjing, China. (Sumber Foto: lestari.kompas.com)
Senin, 29 Juni 2026 | 15:17:43 WIB

BEIJING – Pemerintah China tidak membatasi pertumbuhan pembangkit listrik tenaga batu bara dalam rencana energi lima tahun terbaru. Beijing justru kembali menegaskan peran batu bara sebagai "jaminan terakhir" (bottom-line guarantee) bagi sistem kelistrikan di tengah meningkatnya porsi energi terbarukan.

Dalam rencana tersebut, China menargetkan energi bersih menyumbang 30% pembangkitan listrik pada 2030, naik dari sekitar 22% saat ini. 

Seperti dikutip Dari berbagai sumber, Meski tenaga angin dan surya diproyeksikan menjadi tulang punggung bauran listrik, penggunaan batu bara akan tetap ditingkatkan sebagai sumber listrik yang fleksibel untuk menjaga ketahanan energi.

Lauri Myllyvirta, salah satu pendiri Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) yang berbasis di Finlandia, menilai rencana energi lima tahun terbaru China tidak menawarkan banyak kemajuan. 

Menurutnya, peningkatan pembangkit berbahan bakar fosil yang masih diizinkan dalam target tersebut tidak sejalan dengan komitmen China untuk mencapai puncak emisi $CO_{2}$, membatasi konsumsi batu bara, dan menurunkan intensitas emisi karbon pada 2030, meskipun elektrifikasi terus dipercepat.

Meski menjadi investor terbesar dunia dalam pembangunan kapasitas energi terbarukan, China masih mengandalkan batu bara untuk memenuhi permintaan listrik dan menutup kekurangan pasokan ketika produksi energi terbarukan melemah, seperti yang terjadi pada pembangkit listrik tenaga angin dalam beberapa bulan terakhir maupun pembangkit listrik tenaga air dua tahun lalu.

Data yang dianalisis Global Energy Monitor (GEM) menunjukkan bahwa pada tahun lalu China menyumbang 78% dari seluruh kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara baru yang mulai beroperasi secara global. 

Sebagai konsumen dan importir batu bara terbesar di dunia, China juga mencakup 86% dari total kapasitas pembangkit batu bara yang saat ini sedang dibangun dan diperkirakan mulai beroperasi tahun ini.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo