Lapangan Karamba Sah Produksi, SKK Migas Apresiasi Kinerja ISOG

Lapangan Karamba resmi produksi gas pertama dengan kapasitas awal 4 MMscfd di Kalimantan Timur. (Sumber Foto: NET)
Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB

BALIKPAPAN - PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) mencatatkan pencapaian signifikan di industri hulu migas Indonesia melalui keberhasilan first gas dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur. 

Keberhasilan ini menegaskan bahwa proyek gas skala menengah memegang peranan krusial dalam mendukung pemenuhan energi nasional, utamanya untuk kebutuhan kilang. Produksi awal Lapangan Karamba ditetapkan sebesar 4 MMscfd, dengan target mencapai level stabil sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026. 

Pasokan gas akan disalurkan sepenuhnya ke Kilang Unit V Balikpapan melalui pemanfaatan sinergi infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Proyek ini tergolong sangat efisien karena ISOG hanya memerlukan waktu 25 bulan dari penandatanganan kontrak EPCI pada April 2024 hingga operasional dimulai. Kecepatan pengerjaan ini menjadi catatan penting di tengah tantangan iklim investasi sektor migas yang kian menantang. 

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, menyebut pencapaian ini sebagai proyek gas pertama perusahaan di Kalimantan Timur dengan skema fast-track development

Menurutnya, keberhasilan Karamba membuktikan bahwa percepatan monetisasi gas tetap bisa dilakukan secara efisien dengan dukungan teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi yang tepat.

Selain aspek kecepatan, Lapangan Karamba memiliki potensi cadangan menjanjikan dengan data 2P mencapai 64,4 Bscf. Rangkaian pengembangannya meliputi re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), serta pemasangan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer. 

Sebelum resmi beroperasi, sumur KUD-1 telah menunjukkan kualitas reservoir yang baik dengan hasil uji produksi mencapai 9,5 MMscfd, yang memperkuat optimisme terhadap kesinambungan produksi jangka panjang.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberikan apresiasi atas keberhasilan proyek ini yang dinilai menjadi bukti penting bahwa sinergi antara KKKS, pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting mampu mempercepat pengembangan lapangan migas. 

Ia berharap produksi Karamba bisa memberikan tambahan signifikan bagi target produksi gas nasional. Tahapan commissioning proyek dimulai pada 17 Juni 2026 dan operasional resmi dimulai pada 24 Juni 2026. 

Kehadiran lapangan ini dinilai strategis untuk mendukung operasional kilang Balikpapan sekaligus membuka peluang eksplorasi lebih lanjut di wilayah onshore Cekungan Kutai. 

Melalui keberhasilan first gas Karamba, ISOG kini menjadi pemain yang patut diperhitungkan dalam upaya mempercepat pemanfaatan cadangan gas domestik di tengah tingginya kebutuhan energi nasional.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo