Petronas Dapatkan 1 Miliar BOE Migas di Blok 52 Suriname

Logo Petronas. (Sumber Foto: dunia-energi.com)
Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB

JAKARTA - Petronas kembali mendapatkan cadangan gas di lepas pantai Suriname. Hal ini memperkuat posisi Blok 52 yang sekarang mencatat total penemuan setara lebih dari 1 miliar barel minyak ekuivalen (boe). 

Presiden Suriname, Jennifer Simons, membeberkan temuan teranyar tersebut pada Selasa dalam sebuah konferensi energi, di tengah percepatan eksplorasi migas di negara Amerika Selatan itu yang meniru kesuksesan Guyana.

“Ini benar-benar kabar baik bagi kami,” kata Simons dalam sebuah konferensi energi, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ia menambahkan, hal ini “menjadi dasar bagi berbagai pengembangan minyak dan gas serta masa depan yang lebih cerah bagi Suriname,” seperti dikutip Reuters.

Petronas menyatakan bahwa Blok 52 kini sudah menghasilkan delapan penemuan eksplorasi sukses yang membuka potensi besar pengembangan energi di kawasan tersebut.

“Hingga saat ini, kami telah melakukan delapan penemuan eksplorasi yang sukses, membuka lebih dari satu miliar barel setara minyak, sambil terus memajukan solusi rendah karbon, operasi yang aman, dan investasi pada sumber daya manusia, teknologi, dan kemampuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi negara,” kata COO Petronas, Mohd Jukris Abdul Wahab dalam konferensi tersebut.

Ia menambahkan bahwa Blok 52 berada di kawasan prospektif tinggi yang dikenal sebagai Golden Lane, dengan dukungan analogi regional kuat serta minat industri yang berkelanjutan. 

Petronas juga tengah mempersiapkan keputusan investasi final (final investment decision/FID) tahun ini untuk pengembangan cadangan gas lepas pantai Suriname, setelah sebelumnya menyatakan temuan Sloanea telah layak secara komersial di blok yang sama.

Sementara itu, Menteri Energi Suriname Patrick Brunings menyebut produksi perdana dari sumber daya lepas pantai negara itu ditargetkan dimulai pada 2028 melalui konsorsium yang dipimpin TotalEnergies. 

Perusahaan energi milik negara Suriname, Staatsolie, menawarkan putaran perizinan terbuka yang mencakup lebih dari 70.000 kilometer persegi di lima sektor lepas pantai. 

Ini memungkinkan perusahaan untuk mengusulkan program kerja dan mengamankan kontrak bagi hasil produksi atau perjanjian studi bersama untuk meningkatkan data seismik yang tersedia.

Brunings menegaskan masih ada potensi penemuan tambahan di wilayah tersebut seiring dengan agresifnya kegiatan eksplorasi.

"Masih ada beberapa kejutan lagi," kata Brunings merujuk pada kemajuan eksplorasi.

"Jika kami menemukan banyak gas, kami dapat membangun berbagai industri, seperti industri bauksit dan industri petrokimia."

Ia menambahkan Suriname berpeluang menjadi pemasok gas global di tengah meningkatnya kebutuhan energi dunia.

"Kami juga bisa fokus pada ekspor gas," tambah Brunings.

“Seluruh dunia sekarang mencari pemasok gas yang andal, dan kami yakin kami dapat memainkan peran itu dengan sangat baik.”

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo