Pertamina Sinergi dengan SLB, AI Siap Masuk Ladang Migas
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan SLB sepakat menjajaki peluang penguatan sinergi di bidang teknologi minyak dan gas bumi hulu, digitalisasi, serta solusi rendah karbon. Kesepakatan tersebut memanfaatkan momentum kunjungan kenegaraan dan penguatan hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Prancis.
Sinergi yang dijajaki kedua pihak berfokus pada berbagai bidang strategis, mulai studi bawah permukaan, perekahan multitahap atau multistage fracturing (MSF), pengembangan sumber daya migas nonkonvensional (MNK), hingga peningkatan perolehan minyak atau enhanced oil recovery (EOR).
Selain itu, kerja sama juga mencakup efisiensi operasional, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), pengembangan energi panas bumi, serta penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan analitik untuk mengoptimalkan operasi.
Wakil Direktur Utama & Deputy CEO PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan teknologi menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transformasi sektor energi nasional.
"Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan pemain teknologi global untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kinerja operasional, mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, serta mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Oki dikutip Rabu (10/6/2026).
Kerja sama tersebut mencerminkan langkah Pertamina dalam memperluas akses terhadap teknologi mutakhir yang dapat meningkatkan produktivitas sektor hulu migas. Pemanfaatan teknologi digital dan AI semakin penting untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Di sisi lain, pengembangan teknologi CCS dan panas bumi menunjukkan fokus Pertamina terhadap pengurangan emisi karbon dan pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.
CCS merupakan teknologi yang memungkinkan emisi karbon dari aktivitas industri ditangkap dan disimpan secara permanen di bawah permukaan bumi sehingga dapat membantu menekan emisi gas rumah kaca.
Kerja sama dengan SLB juga membuka peluang bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan sumber daya migas nonkonvensional yang selama ini masih memiliki potensi besar, tetapi memerlukan dukungan teknologi khusus untuk dapat diproduksikan secara ekonomis.
Kedua organisasi menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperdalam kerja sama tersebut dan menerjemahkan berbagai prioritas yang telah disepakati menjadi program-program konkret.