Kapasitas Pembangkit Batu Bara Global Meningkat, Produksi Justru Anjlok

Transisi Energi. (Sumber Foto: NET)
Selasa, 02 Juni 2026 | 17:52:11 WIB

JAKARTA - Di tengah gencarnya kampanye transisi hijau, sebuah ironi terjadi di panggung energi dunia. Kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara di dunia tercatat melonjak sebesar 3,5 % sepanjang tahun 2025. Namun uniknya, meskipun jumlah pembangkit bertambah, total listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil ini justru mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) yang dilansir AFP pada Sabtu (30/5/2026), lonjakan kapasitas ini utamanya disokong oleh agresivitas pembangunan infrastruktur di dua negara raksasa Asia: China dan India. 

Data dari lembaga yang telah melacak pergerakan pembangkit listrik batu bara selama lebih dari satu dekade ini menunjukkan dinamika yang menarik, di China kapasitas pembangkit batu bara tumbuh signifikan sebesar 6 % tahun lalu. Namun, produksi listrik riil dari sektor ini justru menyusut 1,2 %. India juga mengikuti tren serupa, kapasitas pembangkit di India naik hampir 4 %, tetapi angka produksinya melorot hingga mendekati 3 %.

Project Manager Global Coal Plant Tracker GEM sekaligus penulis laporan tersebut, Christine Shearer, mengungkapkan adanya dorongan politik dan ekonomi lokal di balik anomali ini.

"Di kedua negara tersebut, banyak provinsi dan negara bagian yang memimpin pengembangan batu bara merupakan wilayah penghasil batu bara utama. Mereka memiliki insentif ekonomi yang kuat untuk terus membangun pembangkit baru," jelas Shearer kepada AFP.

Meskipun batu bara masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global, laporan ini membawa angin segar bagi agenda pengendalian perubahan iklim. Faktor utama di balik penurunan produksi listrik batu bara ini adalah kian masifnya adopsi energi terbarukan. 

Saat ini, investasi pada pembangkit listrik tenaga surya (panel surya) dan angin semakin terjangkau serta melimpah. Keduanya kini terbukti mampu menjawab lonjakan permintaan listrik dunia. Dampaknya langsung terasa pada lanskap energi global. 

Efektivitas penetrasi energi bersih ini berhasil menekan total produksi listrik dari batu bara secara global sebesar 0,6 % pada tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Fenomena ini memberi sinyal kuat bahwa meskipun infrastruktur batu bara masih dibangun, ketergantungan dunia terhadap energinya perlahan tapi pasti mulai terkikis.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo